RSS

Terluka

13 Mar

oleh Abie Omar pada 25 September 2009 jam 0:00

Beginilah jadinya. Saat dahan cinta patah.
Terkoyak hingga akarnya. Musnah !
Terseret arus, tergerus.
Terhempas ombak, tercampak.
Tinggallah sunyi menyiksa diri.

Aku hanya menggelengkan kepala.
Saat kelam mendekat, merapat.
Melumatku dalam pekat
Bersama segumpal serapah yang mengendap dalam rasa.
Hatiku patah, mati rasa.Seperti tersiram sianida.
Dadaku pecah, membelah ditimpa beban tak terhingga.
Mulutku terkunci seperti hewan dalam jeruji.

Hanya tatapan nanar tanpa sinar,
memancar dari mata, yang kelopaknya mengalirkan darah.
Aku terdiam tanpa kata, tanpa suara.
Lidahku kelu tak bisa bicara.
Hanya isak tertahan, yang keluar satu-satu dari bibir biru membatu.
Semua lenyap, yang tersisa buatku kini, hanya ulat, lalat dan impian yang berkarat.
Asmara ! Inikah hadiah bagi yang kalah ?

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 13, 2011 in Catatan Lama, Puisi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: