RSS

DIMUKA PINTU

28 Mar

Fitrie Eiya

Ini akan menjadi kenangan tanpa patahan….
ketika seseorang membangunkanku dengan
ketukan di muka pintu. Aroma kopi yang di seduh
dan
suaranya
bak senandung api, membakar
dinginnya pagi.

“jangan pergi”bisiknya di antara helai rambutku.
mendesahkan kecupan
sebagai cinta….
aku jatuh.

Dimuka pintu,
rinduku liar tak terkendali.
berlari dan
memburu,

detik-detik yang ku tak ingin terbunuh
mati.

“bolehkah ku simpan di jantungku ?
dihari yang lain ku katakan lirih
ditelinganya
lalu..
diantara gelak angin dan
desah ranting yang bertauit,
sepasang tangan memelukku erat dan
meletakkan
janjinya disana,
“boleh”

Dimuka pintu
rinduku mendesahkan kecupan sebagai
tanda cinta
….. selamanya

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 28, 2011 in Catatan Teman, Puisi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: