RSS

Semoga Aku Mendapat Isteri wanita Berjilbab

03 Agu

Kalau ada yang menganggap keinginan ini karena alasan relijius. Aku pastikan salah. Tapi lebih ke alasan selera. Entahlah , ada dua jenis wanita yang selalu terlihat cantik dimataku. Pertama wanita yang telah jadi isteri orang. Sedang yang kedua tentu saja seperti harapanku, yaitu wanita dengan jilbab menutupi kepalanya. Mengapa mereka begitu menarik bagiku ?

Untuk wanita yang telah jadi isteri orang. Aku tak punya alasan yang jelas dan kuanggap itu kelainan bawaan atau bisa saja kelainan genetis. Ada beberapa teman wanitaku baik teman sekolah, tetangga atau sekedar kenalan. Saat masih gadis terlihat biasa – biasa saja, bahkan sama sekali terlihat tidak menarik bagiku. Tapi ketika si wanita telah mendapat status sebagai isteri orang atau seorang ibu. Tiba – tiba ia terlihat begitu menarik. Semacam ada aura yang terpancar dari dirinya, walau mungkin itu hanya berlaku untuk mataku. Boleh jadi status si wanita yang baru menimbulkan rasa hormat dihatiku. Hingga ia terlihat berbeda.

Tapi tentu saja , aku tak cukup gila untuk “bermain – main” dengan ketertarikan itu. Apalagi berharap mendapatkan isteri dari wanita yang telah jadi isteri orang. Tapi kalau dapat isteri janda , kemungkinan itu tentu terbuka. Namun tentu saja si janda masih layak dijadikan isteri, heeheheheheh…..

Untuk wanita berjilbab , selain alasan genetis. Aku juga punya banyak alasan yang telah mendapat verifikasi dan disetujui oleh otakku.

Untuk alasan genetis . Aku selalu merasa nyaman untuk melihat dan dekat dengan wanita yang berjilbab dibanding wanita yang “terbuka”. Apalagi yang tingkat keterbukaannya tinggi. Sekali lagi ini bukan alasan relijius. Mungkin malah karena otakku kelewat kotor. Wanita berjilbab membuatku merasa normal, hingga nyaman bergaul dengan mereka. Wanita yang sangat “terbuka” membuatku jijik. Bukan pada si wanita, tapi pada diri sendiri. Karena “keterbukaan” itu seakan “menelanjangi” diriku, seakan memberi gambaran seperti apa aku ini. Karenanya yang kulakukan biasanya berusaha mengalihkan pandangan. Terserahlah kalau mau dibilang munafik .

Lalu alasan yang di amini otakku , soal mengapa wanita berjilbab begitu menarik ?

Pertama aku melihat wanita berjilbab itu punya disiplin diri. Tentu saja yang berjilbab karena pilihan bukan paksaan. Memakai jilbab bukan persoalan mudah baik secara fisik dan mental. Secara fisik untuk daerah tropis seperti Indonesia jangankan memakai, melihat orang berjilbab saja kita sudah kegerahan. Lalu jilbab selalu ditemani pakaian yang rumit, sehingga si pemakai harus siap – siap untuk lebih ribet dalam beraktifitas. Untuk orang yang tak terbiasa, itu merupakan siksaan.

Secara mental , wanita berjilbab menapatkan sorotan lebih dalam berprilaku. Banyak hal – hal yang “pantas – pantas saja” bagi wanita biasa. Tapi jadi tidak pantas bagi wanita berjilbab.

“Ih pake jilbab kok dugem ya ?”

“ Loh dia kan berjilbab, kok kelakuannya kayak gitu ?”. Jadi keadaan inilah yang membuat wanita berjilbab ku anggap punya disiplin diri. Karena kalau tidak, akan mudah baginya mencampakkan jibabnya. Lalu menjadi “Free Woman”. Bukankah sikap disiplin diri itu adalah modal baik untuk jadi isteri dan ibu dari anak – anakku kelak ?

Kedua Wanita berjilbab punya sikap rendah hati. Kalo ini aku dengar dari seorang wanita muslim Amerika yang mengatakan Jilbab sebagai pakaian rendah hati. Dan saya setuju.

Di negeri ini orang memakai jilbab karena 3 hal. Pilihan, Paksaan dan ikut-ikutan. Aku tak tahu mana yang dominan. Tapi menurut ku pasti pilihan. Kalo paksaan udah gak jaman. Apalagi ada pandangan yang mengatakan bahwa jilbab adalah warisan budaya bangsa tertentu untuk mengekang para wanitanya. Contoh populernya Film Perempuan berkalung surban. Aku belum nonton filmnya sih, karena Bang Haji Dedy Mizwar bilang itu film gagal, Jadi males dah. Jadi terlalu naif kalau (khususnya dinegeri ini) wanita pakai jilbab karena terpaksa.

Bahkan beberapa tokoh muslim terkenal dan cendikiawan muslim di negeri tidak mempermasalahkan kalau anaknya tak berjilbab.

Sedang kalo alasan ikut – ikutan , tak usah dihitunglah. Ntar juga berubah arah kalo angin bertiup lain.

Wanita yang memilih berjilbab tentu telah mempersiapkan hatinya untuk lebih rendah. Karena stigma negatif yang kadang menyertainya terutama dari para feminis. Wanita kolot, Kurang berpengatahuan karena ikut budaya jahiliah, memilih hidup terjajah ego lelaki dan bikin susah diri sendiri. Walau kenyataannya mereka banyak yang jauh lebih cerdas lebih pinter dari mereka para “wanita terbuka”

Sebagai suami, tentu akan lebih mudah hidup bersama wanita yang rendah hati daripada yang tinggi hati. Walau kesannya egois, tapi ini kan pilihan logis bagi laki – laki. Wanita yang rendah hati kebutuhannya gak akan neko – neko. Sehingga kita gak perlu korupsi untuk memenuhinya.

Wanita yang rendah hati tak akan banyak menuntut, kecuali untuk hal – hal yang benar – benar perlu. Hingga kita tak perlu mendengar segala “kerewelan” saat istirahat karena kelelahan pulang kerja. Hidup tenang, bukankah itu yang diidamkan keluarga normal ?

Masih ada alasan lain, tapi ini sudah lebih dari cukup bagiku untuk menentukan pilihan.Mungkin anda tidak setuju dan menganggapku puritan. Tapi aku hanya mencoba jujur dengan segala keterbatasan pikiranku.

Sekarang waktunya berdo’a sesuai judul yang diatas.

Salam ….

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 3, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: