RSS

Apakah Teman Itu Bagimu ?

12 Agu

Ilustrasi


Saat seseorang bertanya pada kita, apasih teman itu bagimu ?

Pasti jawaban jawaban nya akan bermacam – macam. Setiap kita punya deskripsi yang berbeda tentang arti seorang teman. Ada yang menjawab dengan jawaban melankolis, ada yang logis, realistis dan ada yang pragmatis.

Orang melankolis akan menyebut temannya adalah orang yang kebanyakan berasal dari masa kecilnya. Banyak melalui waktu bersama, menciptakan cerita dan kenangan indah. Berbagi suka dan duka . bla bla bla.

Orang yang berfikiran logis menganggap hubungan teman adalah hubungan mutualisme yang saling menguntungkan. Kalo darinya kita mendapatkan keuntungan sedikit lebih banyak, itu akan lebih bagus. Orang seperti ini biasanya mulai memilih – milih dalam berteman. Berteman dengan orang pintar misalnya agar kecipratan pintarnya, kalo tidak minimal kecipratan contekannya.

Orang realistis menganggap berteman sesuai tuntutan keadaan. Misalnya jika dia seorang pemulung, tak mungkinlah berteman dengan pejabat. Teman waktu kecil tentu berbeda dengan ketika dewasa. Baginya teman terbaik waktu TK adalah teman yang mau membagi makanannya. Dan saat SMU , teman terbaik adalah yang mau mengajaknya ke pesta atau mendukungnya saat berburu cinta. Ketika dewasa teman baiknya ganti lagi.

Orang pragmatis akan bilang “ tidak ada pertemanan sejati, yang ada kepentingan sejati”. Teman baginya hanya berharga bila dapat memberikan keuntungan baginya. Jangan heran bila berteman dengan orang jenis ini, dia bisa sangat ramah pada anda pada suatu waktu. Tapi bisa sangat cuek di waktu yang lain.

Berteman adalah kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial. Untuk kebutuhan akan pertemanan ini membuat situs jejaring sosial atau situs pertemanan massal begitu populer. Begitu banyak pemilik akun pertemanan itu seperti kerasukan mencari teman. Sering kita lihat di profil facebook seseorang tertulis “ Alia berteman dengan Andre dan 14 teman yang lain” besoknya “ Alia berteman dengan Herry dan 21 teman yang lain” besoknya begitu lagi. Lalu lusa, masih begitu juga.

Apakah itu salah ? Tentu saja tidak. Untuk mendapatkan lebih banyak teman, orang ingin populer dan terkenal. Menjadi orang terkenal itu tentu saja enak pikirnya karena banyak teman. Tapi saat populer kemana – mana pake samaran agar tak dikenali. Ironis juga.

Dengan populer kita berfikir akan punya banyak teman hingga tak pernah kesepian.Karena kesepian adalah hal yang ditakutkan banyak orang. Tapi saat populer banyak orang justru makin kesepian. Karena orang bukan berteman dengan dirinya , tapi dengan kepopulerannya. Orang yang benar – benar bisa jadi temannya justru menjauh. Yang datang hanya orang – orang yang mencari keuntungan.

Banyak figur – figur terkenal bunuh diri karena merasa kesepian. Tak menemukan orang yang betul – betul bisa jadi teman, akhirnya bergaul dengan alkohol dan obat-obatan. Contohnya adalah Amy Winehouse. Itu bisa kita rasakan pada lirik lagu Rehab.

Teman juga bisa jadi cermin untuk mengetahui siapa diri kita. Ada ungkapan yang mengatakan “ Kita adalah siapa teman kita”. Karenanya kadang orang tua kita ikut campur dalam urusan pertemanan kita. Bahkan secara khusus Bang Haji Rhoma Irama menciptakan lagu berjudul Mencari Teman.

Lalu kadang juga ada hal unik. Saat kita ditanya siapa sahabatmu ? (Sahabat itu konon adalah jenis hubungan yang setingkat diatas teman) Kita akan menjawab si A, si B dll. Tapi saat si A ditanyakan hal yang sama, nama kita tak ada dalam daftarnya. Begitu juga si B. So ?

Banyak juga orang yang sangat setuju dengan sebuah kalimat yang cukup populer. Karena menjadi isi dalam SMS berantai. Mungkin sebagian kita pernah menerima atau membacanya. Bunyinya “Aku tak berharap menjadi orang paling penting dalam hidupmu, itu permintaan yang terlalu besar. Aku cuma berharap suatu hari nanti bila kamu dengar namaku, kamu akan tersenyum dan bilang, dia sahabat aku.”

Saya sendiri bila suatu saat ditanya orang,” Apasih arti teman itu bagimu ?” Saya akan bilang “ Teman ? makanan apapula itu ?” Heheheheheh. [*abieomar]

Kalau anda ?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 12, 2011 in Aku Menulis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: