RSS

Sebuah Janji

13 Agu

“kau akan pergi ?” tanyaku
Dia membisu…….

Diantara harum aroma teh yang ia seduh
Aku menunggu jawaban pada kedua bola mata itu
Berharap ia luruh

“Tinggallah malam ini ?” harapku
Aku ingin membuatnya jatuh….
Tapi ia masih membisu

Sungguh aku menginginkan
Momen ini menjadi sebuah keindahan
Tanpa penggalan….. Tanpa akhiran
Mengalir terus seperti sungai penuh luapan

“Aku tak bisa.” Ucapnya lirih.
Selirih desah angin malam ini.
Tentu saja,itu bukan jawaban yang aku nanti.

“Tak adakah alasan, untukmu lebih lama disini ?”
Ia menggeleng pasti.
Hatiku ciut, seperti busa tersentuh api.
Aku terdiam cukup lama, dihimpit detik waktu yang berjalan lambat tapi pasti.

“Aku harus pergi, tapi aku akan kembali.”
Ucapnya memecah sepi.
Aku menatapnya lagi.
Memastikan bahwa yang Ia ucapkan bukanlah mimpi.

Diwajahnya aku melihat senyuman menguatkan.

Baiklah, aku akan menyimpan….
Apa yang ia katakan …
Disini… Dihati…
Sebagai janji
Yang akan ia tepati, suatu hari nanti

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 13, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: