RSS

Menjadi Penulis Orisinil

18 Agu


Entahlah apakah ejaan yang saya pakai sudah benar untuk pemakaian kata orisinil, orisinal atau original. Tapi bagi saya itu tak penting. Yang saya maksud orisinil disini adalah keaslian dan ciri khas menyangkut ide dan gaya dalam menulis di blog “arisan” ini.

Contoh mudahnya untuk hal lain.Tentu kita kenal orisinalitas seorang Iwan Fals. Lagunya dinyanyikan siapapun dengan mudah kita menebak, “ Wah, ini pasti lagunya Bang Iwan “. Walaupun Bang Iwang Cuma menciptakan tapi tak menyanyikan. Dan saat bang Iwan menyanyikan lagu yang tidak menggambarkan seorang Iwan Fals. Kitapun segera tahu, kalau Bang Iwan sekedar menyanyikan lagu orang .

Atau Ust. Zainuddin M.Z muncul dengan keaslian dan ciri khas yang sama. Sehingga siapapun yang meniru, baik ustadz beneran atau pelawak. Kita tetap akan berucap yang sama “ Wah, tu style-nya Pak kyai Zainuddin tuh.

Memang tampil orisinil dan apa adanya bagi orang baru sama sekali tidak mudah,cenderung diacuhkan dan tidak menarik perhatian. Memang loe Siapa ?

Padahal kebanyakan kita ( jujur ) bergabung di blog ini karena ingin eksis, mendapat perhatian dan syukur – syukur bisa populer. Walau ada juga yang sekedar ingin dianggap ada, punya teman banyak dan berbagi ide. Ada yang ingin dakwah dan ada juga yang gabung hanya untuk buang sampah.

Membentuk ciri khas melalui tulisan sebenarnya tidak susah. Bila kita tampil apa adanya, maka ciri khas itu akanmuncul dengan sendirinya. Tapi kadang kita tak cukup sabar menunggu sampai orang mengenali kita. Kita ingin cepat tampil seperti roket. Maka kita habiskan waktu untuk memperhatikan penulis – penulis lain yang kita anggap sukses. Berusaha meniru gaya mereka. Dan kitapun kehilangan orisinalitas kita.

Memang menjadi orisinal tak selalu di kenal apalagi terkenal. Tapi bisa jadi kebanggan diri karena berani dan percaya pada diri sendiri. Orang lain yang sukses , cukuplah jadi referensi. Bukankah manusia bisa eksis karena unik. Walaupun banyak yang menganggap biasa bahkan tak suka. Tapi percayalah selalu ada orang diluar sana yang sepaham dan menyukai kita. Jadi tak perlu memaksa tampil luar biasa, bahkan sampai berbuat yang melanggar etika.

Di Blog ini banyak bertebaran penulis – penulis hebat. Ada yang punya tulisan berstandar HL, ada yang berstandar Teraktual, berstandar inspiratif, bermanfaat dan menarik. Bahkan menulis saat mengigau habis bangun tidur pun tulisannya bisa aktual. Ngamuk gak jelas bisa HL. Tapi itu wajar. Karena begitulah orang besar.

Disini bukan “tulisannya” yang membuat orang jadi hebat. Tapi “orangnya” lah yang membuat tulisan jadi hebat. Subjektif ? Wajar . Itu pilihan logis bagi admin. Admin tak punya cukup waktu mengurusi orang – orang gak jelas.

Coba deh SBY bikin postingan disini. Terserah mau curhat apa aja, mau karaoke juga boleh. Saya yakin postingan itu akan HL minimal seminggu. Kok jadi ngelantur nih ???

Back to topic. Sebenarnya tulisan ini terinspirasi oleh seorang Blogger yang ciri khasnya saya sukai. Namanya T***n Ra*****ti (Maaf sensor, soalnya belum idzin, heheheeheh). Baru gabung, saya belum kenal banyak blogger hebat. Jadi yang baru ketemu ya beliau ini, ntar pasti menyusul yang lainnya. Dia satu – satunya kompasianer yang semua tulisannya sudah saya baca. Kebetulan postingannya belum banyak.

Walau kadang saya tak setuju, bahkan cenderung tak suka dengan tulisannya soal Upin dan Ipin. Tapi tak mengurangi kesukaan saya pada tulisannya. Ide nya biasanya saja, tapi gaya nya sangat beda. Ada warna dan ciri khas tersendiri yang ia tampilkan ( saya menyebutnya gaya uring – uringan, hehehehe). Saya yakin bisa mengenali tulisan nya bila diselipkan diantara puluhan tulisan lain dengan tidak dicantumkan penulisnya. Seperti saya mengenali lagu Bang Haji Rhoma Irama diantara sepuluh lagu baru diciptakan yang tak tercantum penciptanya. Atau mengenali tulisan Abdullah Harahap yang telah robek semua sampulnya.

Mungkin ada juga yang pernah baca tulisannya dan menganggapnya biasa saja. Sekali lagi tiap gaya selalu ada peminatnya.

Bagi saya penulis yang berhasil tak mesti populer. Tapi penulis yang berhasil merepresentasikan dirinya melalui tulisannya. Sehingga tanpa mencantumkan nama pun orang akan mengenali tulisannya.

Sedang penulis populer lebih banyak karena “dipopulerkan”. Dan karena keberuntungan dibanding kemampuan. Seperti orang membeli novel teenlit, siapa peduli penulisnya. Semua terlihat sama saja.

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 18, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , , , ,

4 responses to “Menjadi Penulis Orisinil

  1. CHILFIA.K

    Agustus 19, 2011 at 6:04 am

    kayaknya susah, ya … tapi dengan terus berlatih menulis kita akan bisa mengetahui karakter dan ciri khas kepenulisdan kita agar kelak dikenal pembaca. 🙂
    nice article. thanks for inform..

     
    • abieomar

      Agustus 19, 2011 at 7:42 am

      Awalnya mungkin, karena emang butuh waktu untuk mengenal potensi kita.
      Tapi dengan tampil apa adanya dan terus berlatih, maka kita akan memunculkan keunikan kita.
      Karena keunikan itu telah mengalir dalam DNA kita, hehehehehehe

       
  2. Tanpa Nama

    September 1, 2011 at 5:57 pm

    orisinalitas, ciri khas, adalah penanda bahwa itu blog milik kita.

     
    • abieomar

      September 5, 2011 at 3:46 am

      Thank’s bro !
      Bener , kita dan blog kita akan lebih mudah dikenali bila kita punya ciri khas.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: