RSS

Antara Nazaruddin Dan Malin Kundang

20 Agu


Sungguh malang nasib Nazaruddin saat ini. Lebih malang dari nasib Malin Kundang. Kalau malin dianggap durhaka pada ibunya. Sedang Si Nazar durhaka pada seluruh rakyat Indonesia. Kalau malin menanggung sendiri dosa yang diperbuatnya. Sedang Si Nazar sepertinya akan menanggung sendiri dosa yang diperbuat “bersama”. Kalau Malin dikutuk menjadi batu. Si nazar akan dikutuk menjadi seonggok kotoran dalam sejarah Indonesia.

Muhammad Nazaruddin, bagus sekali nama itu. Apalagi di depan nama itu ada nama salah satu Manusia paling mulia yang pernah lahir di dunia. Mulai saat direncanakan sampai dilahirkan, pastilah orang tuanya berharap banyak melalui do’a atas nama itu.

Ketika si ortu memberi nama itu padanya mungkin yang ada di benak si ortu adalah sebuah nazar agar kelak si anak berguna bagi agama. Din, dibelakang namanya artinya kan agama. Lalu nama Muhammad di depannya adalah sosok yang akan jadi panutannya. Karena katanya Nazar itu indah dalam kata, tulus dalam hati dan ikhlas dalam perbuatan. Tapi sekarang , entah gimana reaksi sang ortu menghadapi kenyataan atas do’anya yang meleset.

Nazar sebenarnya orang yang sangat – sangat beruntung, sebelum di timpa huru – hara. Muda, tampan, kaya, terhormat sebagai anggota DPR yang terhormat,cukup terkenal karena menjadi BendUm sebuah parpol terbesar, dan terlihat cerdas dari sorot matanya yang terang. Jangan lupakan pula isterinya yang cantik.

Sebagai pemuda dia hampir punya segalanya. Rising star-nya demokrat si Edhie Baskoro, terlihat tak ada apa-apanya. Jelas nazar lebih tampan, perawakan lebih oke dan senyum lebih menawan. Banding kan sama si Edhie yang terlihat canggung dan pas-pasan. Pembawaan pun “anak mami” buanget.

Soal senyum. Sepertinya seyum terakhir Nazar yang sempat dilihat adalah saat Om Ruhut duduk dikanan dan Om Benny duduk dikiri. Dan wartawan ngumpul di depan. Kata si nazar” Fakta hukum itu tidak boleh hanya katanya”. Senyum menawan dan binar mata terangnya masih terhidang saat itu.

Habis itu yang terhidang diwajah Nazar adalah Sorot mata marah dan wajah setengah beringas di Skype. Lalu wajah malu dan pasrah saat tertangkap di bandara. Terakhir sorot mata kosong dan wajah ling-lung saat bilang “ pak SBY, jangan ganggu isteri saya”. Konon saat itu dia telah hilang ingatannya.

Sungguh Si nazar, umur baru kepala tiga. Tapi dunia telah sempat ada digenggamannya. Entah,Jalan apa yang digunakan hingga dia bisa meraih semuanya. Kalo Edhie , kita terpaksa maklum karena dia punya babe bukan orang biasa. Tapi Si nazar ortunya entah siapa. Mungkin karena Si nazar adalah tipe orang yang sangat cerdas menggunakan lidahnya. Karena orang yang cerdas pasti pandai bersilat lidah untuk diskusi, presentasi,negosiasi, kompromi sampai intimidasi. Andaipun tak cukup cerdas , lidah tetap bisa digunakan untuk “menjilat”.

Tapi namanya bencana, kerapkali datang terlalu tiba – tiba. Gara – gara si Rosa kurang “bersih” menjalankan tugasnya. Hancurlah Nazaruddin bersama semua miliknya. Nama baik, jabatan, kebebasan, isteri dan keluarga, dan harta pun sebentar lagi akan di sita. sepandai – pandai ikan berenang, pastinya tenggelam juga. Kalo gak tenggelam itu sih ikan terbang kali ya. Sekarang kau hanya bisa meratapi nasibmu , Nazar. Sambil nunggu Om OC , memainkan jurus – jurus dewa mabuknya. Btw, pengacara Si nazar ada yang cakep, loh…!

Tapi Berhubung ini bulan Ramadhan, adalah kurang baik menceritakan keburukan atau nasib buruk orang. Sebagai manusia Si nazar tentu tak lepas dari khilaf dan salah sama seperti manusia lainnya. Tentang ingatannya yang terlupa, kita maklum saja. Bukankah manusia itu mahluk yang mudah lupa.Andai pun dia bicara, siapa yang mau percaya. Semua bilang kalo Nazar seorang pendusta. Jadi lebih baik diam saja. Daripada di “bungkam” selamanya.

Lalu soal dosanya pada rakyat Indonesia, nantilah kita minta dia mendatangi dari pintu ke pintu rumah di Indonesia untuk minta maaf. Soal komplotannya seperti yang dikatakan pengamat bahwa “korupsi besar pasti berjamaah” kita percayakan saja pada KPK. Jadi jangan lah Nazar di gitu – gituin amat.

Biarlah kita tinggal menunggu saja topik hot berikutnya. Dulu ada century, Antasari, Gayus yang kini lewat begitu saja. Oh ya, tunggu juga ledakan bom yang selalu menjadi selingan dari topik – topik hangat itu.[*abieOmar]

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: