RSS

Karena Mudik Itu Penting !

29 Agu

Courtesy of Google

Courtesy of Google


Udah siap Mudik ??? Atau males mudik ??? Tapi lebaran kayaknya gak afdol kalo gak mudik, iya gak ? Apalagi ini cuma momen setahun sekali. Sayangkan kalo gak di manfaatin buat kangen – kangenan sama orang yang dikangenin. Apalagi menempuh perjalanan bagi sebagian orang memiliki kenikmatan tersendiri, so ?

Mudik adalah sebuah kata atau juga istilah yang digunakan untuk orang yang melakukan kegiatan pulang kampung. Atau kembali ke tempat asalnya dimana simpul besar kekerabatan dan kekeluargaannya berada. Mereka adalah orang – orang perantauan, baik yang jaraknya jauh ataupun dekat dari tanah kelahiran mereka.

Di negeri ini mudik menjadi semacam ritual budaya tahunan. Setiap menjelang lebaran tiba ada ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang turut meramaikan kegiatan ini. Dengan segala warna dan hiruk pikuknya. Yang menjadi pertanyaan, mengapa bagi banyak orang mudik begitu penting ? Bahkan saya sempat baca judul di sebuah berita Anas Urbaningrum bilang “ kalau tidak mudik, sepertinya ada yang hilang “.

Bila diperhatikan menjalani prosesi mudik itu sangatlah tidak mudah bagi sebagian besar orang.Mulai dari ongkos yang dibutuhkan, persiapan dari segi fisik dan mental. Dan segala macam kendala yang akan dihadapi di jalan. Macet, debu, terik panas matahari, jalan rusak sampai tindak kejahatan. Membayangkan saja kita sudah geleng – geleng kepala. Tapi nyatanya tetap saja ritual mudik ini begitu banyak melakukannya.

Bila dilihat kegiatan mudik itu dalam beberapa hal mirip dengan migrasi. Yang pasti beda ialah pelakunya tentu saja. Mudik dan migrasi adalah perjalan kembali ketempat asal. Saat kita meninggalkan tempat asal kita . Kita menjadi salah satu tali yang terlepas dari simpul besar bernama kekerabatan. Kita sulit untuk benar – benar melepaskan diri dari simpul itu. Karena telah menjadi bagian dari diri kita. Dengarlah sajak atau ungkapan hati para perantau, semuanya pasti ada menulis tentang kerinduan pada kampung halaman. Bahkan bangsa – bangsa yang merasa terusir dari tanah kelahiran nenek moyangnya sampai ribuan tahunpun, dengan segala cara akan tetap mencari jalan pulang.

Kesamaan lain mudik dan migrasi adalah sama – sama melibatkan rombongan dalam jumlah besar. Bedanya migrasi hewan menuju satu arah yang sama , sedang mudik arahnyanya berbeda – beda. Tapi satu tujuan , yaitu kampung halaman atau tanah kelahiran. Persamaan lain adalah sama – sama memiliki periode pada waktu tertentu.

Untuk migrasi saya mengambil contoh ikan Salmon. Sampai sekarang para ahli masih meraba – raba mengapa ikan salmon melakukan migrasi yang teramat sulit itu. Bila hanya alasan untuk menetaskan telur, bukankah dia bisa memilih tempat lain yang kondisi air dan lingkungan nya sama dan tidak terlalu riskan untuk dijalani. Mungkin anda pernah menonton bagaimana beratnya perjalanan Ikan Salmon bermigrasi. Mereka harus melawan arus yang deras, harus melewati tangga – tangga sungai serupa air terjun kecil juga berarus deras bahkan kadang harus melewati bendungan. Kemudian semakin ke hilir sungai semakin dangkal dan keruh. Disini mereka terpapar terik matahari atau terjebak diatas batu atau tanah kering. Belum termasuk hadangan predator yang telah menunggu mereka , seperti beruang , burung pemangsa dan terkadang manusia.Tapi migrasi itu akan tetap mereka lakukan. Karena keharusan untuk melakukan itu telah tercetak dalam DNA mereka.

Mungkin begitu juga dengan mudik bagi manusia. Kembali ketempat asal telah tercetak dalam DNA kita. Karenanya tak perduli bagaimanapun sulitnya. Banyak orang memilih bermudik ria. Seperti perjalanan ikan Salmon , para pemudik juga kadang harus mengalami hal yang sama. Melewati jalan rusak, macet, pengemudi lain yang ugal – ugalan, tilangan pak polisi sampai para pelaku kejahatan. Banyak dari mereka yang kemudian gagal sampai ke kampung halaman. Seperti banyak ikan salmon yang mati dalam perjalanan. Info yang sempat saya baca beberapa hari lalu, kalau tidak salah sudah 166 orang pemudik tewas. Itu beberapa hari lalu yang terdata. Belum termasuk yang tidak terdata. Tapi nyatanya fakta mengerikan itu tak menyurutkan sedikitpun minat orang untuk mudik.

Selain mudik adalah sebuah naluri. Mudik juga bisa menjadi pelarian dari segala rutinitas dan kepenatan hidup yang kita alami di perantauan. Lihatlah orang yang berhasil mencapai kampung halamannya. Dia akan menjadi sangat berbeda. Menjadi sangat ceria, gembira seakan – akan seluruh beban hidupnya tertinggal di tanah perantauannya.

Mudik juga adalah relaksasi. Saat kembali dari mudik orang menjadi lebih fresh, seperti baterai habis di-charge. Atau seperti ikan salmon yang kembali dari migrasi, mereka adalah mahluk – mahluk baru. Dan orang yang kembali dari mudik juga menjadi orang dengan perasaan baru. Seperti memperoleh tenaga dan motivasi baru melanjutkan hidupnya yang penuh beban.

Lalu mengapa mudik harus lebaran ? Sebenarnya tidak juga. Hanya kebetulan di Indonesia yang mayoritas muslim. Periode yang tepat setiap tahunnya jatuh di momen lebaran. Kalo mayoritas kristen mungkin momennya di hari Natal. Kalo mayoritas agama yang lain lagi. Tentu momennya di hari yang lain juga. Yang pasti mudik adalah sebuah naluri dan kebutuhan bathin bagi orang Indonesia khususnya.

Selamat mudik bagi yang melakukan. Hati – hati di jalan dan semoga selamat sampai di tujuan.

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2011 in Berita

 

Tag: , ,

3 responses to “Karena Mudik Itu Penting !

  1. Andonk

    Agustus 29, 2011 at 6:02 pm

    Mudik,..mudik,..mudik,..!

     
  2. chilvi

    Agustus 30, 2011 at 1:01 am

    hhmm.. kali ini aku nggak mudik 🙂

    buat yang mudik ati2 aja ya.. semoga selamat sampai tujuan 🙂

     
  3. abieomar

    Agustus 30, 2011 at 3:39 pm

    Chilvi gak mudik toh !
    Anyway… Lebaran dimanapun akan tetap berkesan selama kita deket dengan orang – orang yang kita sayangi.
    Met merayakan Idul Fitri, mohon maaf lahir & bathin.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: