RSS

Berkomunikasi Ala Blogger

14 Sep


Berkomunikas adalah hal yang penting untuk menjalin keakraban.Sesama pencinta blog membangun komunikasi yang dinamis tentu saja mengasyikkan sekali, khususnya bagi saya pribadi. Walau tidak semua Blogger tentu saja. Terbatas pada Blogger – Blogger low profile. Karena disini juga banyak Blogger yang ber- kategori “High Profile”. Mereka termasuk golongan tak tersentuh dan tak mau menyentuh.

Efek dari pergaulan dengan tingkat interaksi yang intens, sangat rentan terhadap gesekan. Hingga kadang – kadang berujung pada salah faham. Berdasar gejala yang saya amati, ada beberapa jenjang tingkatan komunikasi yang tersaji di Kompasiana. Tentu saja objek amatan saya adalah komentar – komentar pada artikel. Saya sendiri termasuk orang yang suka berkomentar. Bila memungkinkan.

1. Berbicara.
Ini adalah jenis komunikasi yang paling umum diantara blogger.Bentuknya adalah sekedar menyapa, saling memuji atau bercanda. Kadang tanpa substansi sama sekali, sekedar menjalin keakraban diantara sesama blogger. Bisa dibilang ini adalah jenis komunikasi paling normal. Dan biasanya komunikasi inilah yang paling mengasyikkan, tanpa beban. Intinya “everybody happy”.

2. Berdiskusi.
Sedikit lebih tinggi levelnya. Bila sekedar berbicara kadang tanpa substansi, berdiskusi mesti ada substansi yang di diskusikan. Biasanya karena ada artikel yang menimbulkan intrepretasi yang berbeda – beda. Tapi diskusi biasanya berjalan santun kalau pun hangat masih pada batas – batas yang wajar. Kesan saling menghargai pendapat sangat terasa. Diskusi pun biasanya mengarahkan tujuan pada kebaikan bersama. Diskusi akan berakhir dengan “tidak ada ganjalan ataupun kekesalan diantara kita”

3. Berdebat.
Ini jenis komunikasi yang masuk kategori “siaga”. Bila diskusi mengarah pada kutub yang sama, hanya opini dan intrepretasi tidak sama. Debat biasanya mempertemukan dua kutub yang berbeda. Intinya harus ada yang benar dan salah. Karenanya kesan keras kepala dan tidak mau terima pendapat orang lain sangat terasa. Kepuasan baru ada bila lawan debat terdiam atau mengaku kalah. Karena memang hampir mustahil mempertemukan dua kutub berlainan. Seperti menyandingkan api dan air, susah dicari titik temunya. Debat biasanya berakhir dengan “ selalu ada ganjalan dan kekesalan diantara kita”

4. Bertengkar.
Kalo ini masuk kategori “awas”. Ini kadang menjadi ujung dari perdebatan yang kurang dewasa. Ketika satu fihak mati kutu, kehabisan amunisi argumen. Mulailah ia lari dari substansi masalah. Menyerang pribadi, berkata – kata kasar yang tidak perlu. Kalau sifat kekanak – kanakan nya kelewatan kadang isi kebun bintang tak lupa disebutkan. Begitu juga arwah – arwah penasaran tak luput dijadikan bahan.

Tentu hampir semua Blogger ingin berkomunikasi secara menyenangkan. Walau kadang terpeleset juga. Termasuk saya. Susah untuk datar – datar saja, apalagi bila ada sesuatu yang mengganjal di hati atau kepala kita. Tapi andaipun terpeleset, cukuplah sampai ketegori kedua. Separah – parahnya sampai kategori ketiga. Jangan terjebak melewatinya. Karena biasanya hanya akan mempermalukan diri sendiri.

Salah satu permasalahan yang telah sukses melalui semua tahap komunikasi di atas adalah soal penetapan hari lebaran. Mulai hanya jadi sekedar bahan pembicaraan, meningkat diskusi, jadi debat dan terakhir jadi objek pertengkaran. Lucunya Orang intelek pun jadi kekanak – kanakan. Heran juga. Dan sepertinya urusan ini akan berlanjut setelah purnama malam ini. Ini terjadi di salah satu Forum Blog yang saya ikuti.

Demikian tahap – tahap komunikasi ala Blogger yang berhasil saya himpun dari hasil pengamatan. Bila ada tambahan dari teman – teman Blogger. Saya dengan senang hati akan mendengarkan.

Sekian.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: