RSS

SMS Seorang Teman

19 Sep
Courtessy Of Google

Courtessy of Google

“Bpku positif kanker paru2 man…”. Begitulah bunyi SMS seorang teman . Yang masuk ke HP-ku sehari sebelum tulisan ini aku posting. Hatiku miris membacanya. Aku Cuma berucap “Inna liLLahi wa inna ilaihi rajiun”. Mengirim beberapa kalimat menguatkan. Sekaligus mengirim doa harapan akan keajaiban.

Ayah temanku ini sebenarnya sudah cukup lama keluar masuk rumah sakit. Sejak beberapa bulan lalu, beliau sudah terkulai tak berdaya. Bahkan tak bisa merebahkan tubuhnya lagi. Karena dadanya akan merasa sangat kesakitan. Jadi hanya duduk bersandar dengan bantal sebagai penyangga. Seperti itulah yang sebelumnya pernah diceritakan temanku. Hal yang membuat perasaanku sangat terganggu adalah , itu adalah penyakit yang sama. Yang menjemput ayahku ke surga. Semoga. Dan penyebabnya pun sepertinya juga sama . Rokok.

Aku dulupun sempat jadi perokok. Bahkan sejak masih sekolah. Alasan aku merokok juga sederhana saja , ikut – ikutan teman lalu keterusan. Karena di keluarga dan lingkungan ku, orang merokok tak jadi masalah. Apalagi kalau sudah dianggap dewasa. Dan begitu juga secara umum di masyarakat kita. Bahkan di salah satu acara ”Talkshow” yang katanya nomor satu di Indonesia. Yang pada saat itu membahas soal fatwa haram rokok. Seorang narasumber mengatakan bahwa rokok adalah budaya nenek moyang kita. Berhubung waktu itu aku sudah tak merokok lagi. Aku cuma tersenyum dan nyeletuk dalam hati “yang jelas nenek moyangku seorang pelaut, terserah lah kalau nenek moyang anda seorang perokok”.

Orang yang telah terlanjur menjalin hubungan dengan rokok memang seperti telah tergadai hatinya. Karena candu telah menawan syaraf – syaraf nya. Sebagai bekas perokok tentu aku pernah merasakannya. Kalau malam kehabisan rokok karena lupa membeli atau tak punya uang untuk membeli. Mulailah perasaan – perasaan aneh menyiksa. Intinya, bagaimanapun caranya rokok harus ada.

Aku pikir hampir semua perokok tahu efek buruk nikotin dan zat lain yang terkandung di dalam rokok. Dan aku yakin hampir semua orang yang terlanjur menjadi perokok ingin berhenti merokok. Tapi tak cukup kuat untuk melawan pengaruhnya. Aku ingat jawaban “ngeles” Kahlil Gibran dari buku kumpulan surat – suratnya. Saat di nasehati “kekasih” jauhnya melalui surat tentang buruknya kebiasaan merokok, Jawab Kahlil gibran waktu itu kira – kira “ aku merokok bukan karena kebiasaan, tapi karena kenikmatan”. Memang seorang perokok selalu punya alasan untuk membela diri,

Secara pribadi aku tak pernah menganggap negatif seorang perokok. Karena aku juga bekas perokok. Satu hal yang pasti , tidak ada satu pun orang yang bisa menyuruh orang untuk berhenti merokok. Walau seribu fatwa haram dikeluarkan. Walau seribu fakta mengerikan di sampaikan. Walau seribu data negatif tentang bahaya merokok disajikan. Atau seribu kampanye di gembar – gemborkan.

Karena satu – satunya yang bisa membuat seseorang berhenti merokok adalah dirinya sendiri.

Aku sendiri cukup merasakan betapa sulitnya ketika memutuskan berhenti merokok. Entah berapa kali gagal. Tapi tekad yang menguatkanku adalah bahwa aku berhenti merokok bukan untuk diriku, Tapi orang yang kusayangi disekelilingku. Keluarga, teman dan siapapun yang ikut menanggung efek buruk dari asap yang kuhembuskan.

Aku telah merasakan kehilangan ayah yang aku sayangi akibat rokok. Ketika aku belum cukup umur untuk disebut pria dewasa. Tentu aku juga tidak ingin meninggalkan anak – anakku kelak , saat mereka belum cukup kuat untuk memikul beban hidup di dunia. Walau aku sudah berniat berhenti sejak ayahku meninggal. Perlu beberapa tahun baru niat itu kesampaian.

“ Amin, minta doax ja ya…selang di paru2x udh di lepasi.tggl infus ma oksigen ja lg”. Seperti itulah bunyi SMS yang terakhir aku terima.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun. Atau tujuan apapun, hanya sekedar berbagi. Tak lebih.Hidup adalah milik mereka yang menjalankannya sendiri. Tapi tentu kita tak ingin baru berhenti merokok, saat ada selang di paru – paru kita.

Oh ya, kalau ada diantara anda yang membaca ini sempat berdoa. Maka saya titipkan doa untuk ayah teman saya. Amin !

sekian

Gambar di unduh dari Google

==========================================================================

Cancer By My Chemical Romance

Turn away,

If you could get me a drink

Of water ’cause my lips are chapped and faded

Call my aunt Marie

Help her gather all my things

And bury me in all my favorite colors,

My sisters and my brothers, still,

I will not kiss you,

‘Cause the hardest part of this is leaving you.

Now turn away,

‘Cause I’m awful just to see

‘Cause all my hairs abandoned all my body,

Oh, my agony,

Know that I will never marry,

Baby, I’m just soggy from the chemo

But counting down the days to go

It just ain’t living

And I just hope you know

That if you say (if you say)

Goodbye today (goodbye today)

I’d ask you to be true (cause I’d ask you to be true)

‘Cause the hardest part of this is leaving you

‘Cause the hardest part of this is leaving you
=======================================================================================================

Tulisan ini sebelumnya pernah saya posting DISINI

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 19, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , , , , ,

2 responses to “SMS Seorang Teman

  1. cahaya

    September 19, 2011 at 12:03 pm

    subhanallah. mantap tulisannya kak 🙂 lanjutkan yah…
    semoga bermanfaat buat yang lain, terutama teman-teman yang masih merokok.
    keep writing.

    jalan jalan ke blogku juga yah 🙂
    cahaya-pertama.blogspot.com

     
    • abieomar

      September 21, 2011 at 4:46 pm

      Makasih dik Cahaya.
      Aemoga bermanfaat !

      Segera meluncur , heheheheheh:D

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: