RSS

Mau Positif Atau Negatif ?

24 Sep


Energi dalam tubuh manusia itu seperti air yang tersimpan dalam suatu wadah.Drum atau gentong yang memiliki dua kran . Satu kran berwarna merah dan satu lagi berwarna biru. Kran manapun yang kita gunakan untuk mengalirkan air yang ada dalam wadah tersebut. Akan menguras isi air dalam gentong tersebut. Dan berpengaruh pada fungsi kran yang satunya lagi.

Bila kita mengalirkan air menggunakan kran merah. Semakin banyak air yang tertumpah melalui kran merah itu, maka semakin sedikit air yang tersisa untuk kran biru. Begitupun sebaliknya. Bahkan bila kita menghabiskan seluruh isi wadah melalui kran merah , maka tak ada lagi yang tersisa untuk dialirkan melalui kran biru.

Begitulah juga kiranya energi yang ada dalam diri kita. Kran merah adalah energi negatif. Dan kran biru adalan energi positif. Bila kita terlalu boros menumpahkan energi negatif kita, maka tubuh dan pikiran kita akan kehabisan energi positif. Begitupun bila kita fokus menumpahkan seluruh energi yang kita punya untuk hal – hal positif. maka kita akan kehilangan selera dan daya untuk memikirkan hal – hal negatif.

Dimanapun dalam hidup kita, termasuk di Kompasiana kita selalu punya kesempatan untuk menyalurkan energi yang kita miliki. Terserah kran mana yang kita pilih. Ada yang memilih menggunakan kran energi positif saja. Hingga tulisannya adalah potongan – potongan kalimat dewa. Ada yang menggunakan kran energi negatif saja. Sehingga kalimat yang keluar isinya perpaduan sampah dan sumpah serapah. dan ada yang memadukan keduanya. Di satu saat tulisannya hangat bersahabat. Dilain waktu mengeluarkan kalimat yang mengulik – ngulik perasaan orang. Untuk ini saya mungkin salah satunya.

Belakangan ini saya benar – benar merasa buntu untuk berfikir. Ide menguap entah kemana. setelah saya koreksi. Sepertinya akhir – akhir ini saya terlalu banyak menggunakan kran merah. Hingga energi yang tersisa untuk disalurkan melalui kran biru hampir – hampir tidak ada.

C’est la vie . Begitulah hidup. Full of a trap. Penuh jebakan. Bahkan saat kita yakin, bahwa yang kita lakukan hanya akan membuang energi percuma. tetap saja kita terjebak untuk mencobanya. Seperti seorang pengedar narkoba, walau ia tahu akan di gantung bila menjalankan aksinya disebuah negara yang memiliki hukum gantung untuk kejahatan narkoba. Dia akan tetap tergoda untuk melakukan nya. Dan baru merutuki nasibnya di dunia saat tali gantungan terpampang di depan matanya.

sekali lagi itulah hidup. Sekarang terserah anda. Kran mana yang akan anda pakai ? Atau anda punya kran yang lain ?[*abieomar]

Sekian.

NB : Soal biru dan merah tolong jangan di hubung – hubungkan dengan politik ya, hehehehehehe.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 24, 2011 in Aku Menulis

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: