RSS

Keracunan Produk Korea

02 Okt

Kemaren saya dan beberapa orang sepupu berkumpul. Memang telah menjadi semacam ritual rutin saat libur mingguan, kami mengadakan acara begadang bareng. Maklum di hari – hari yang lain semua pada sibuk dengan urusan masing – masing. Acara kumpul – kumpul ini sebenarnya tak ada agenda pasti. sekedar ngumpul saja.Kadang main kartu atau sekedar ngobrol semalaman. Atau nonton bola bareng. Yang hadir kadang lima sampai tujuh orang. Ada yang masih bujangan ada juga yang sudah berkeluarga. Yang pasti semua laki – laki.

Nah, yang menarik ada satu sepupu saya yang malam itu bibirnya tak henti – hentinya bersenandung , ” gak gak gak kuat, sama playboy – playboy.”

Saya jadi penasaran, karena lucu juga mendengarnya. Yang bikin lucu ini keluar dari bibir sepupuku yang boleh di bilang sudah bapak – bapak dan punya anak tiga. Walau umurnya sekira 27-an tahun.Waktu saya tanya, kamu nyanyi apa ? dia cuma tertawa – tawa. Sambil bilang kalo bibirnya udah otomatis. bahkan dia juga bilang, kalau dia sudah keracunan sama lagu itu.

Saya jadi penasaran. Emang apa bagusnya lagu itu. Katanya lagunya sih biasa, tapi yang nyanyi luar biasa. Tujuh orang cewek cantik – cantik semua. Gayanya mantap, energik seperti cheerleaders SMU . bahkan dia berkelakar,” kalau kita disuruh pilih salah satu. Trus mereka di barisin didepan kita. Udah tutup mata aja. Sembarang aja kamu pilih, siapapun yang kamu dapat pasti kamu tidak kecewa.karena memang semuanya oke punya”

Tidak sampai situ. Videonya pun sudah di culik oleh dia dari YouTube. Kata dia dengan lebaynya. kalau lagi nonton tuh Video , istripun terlupa. waoowww. Dia benar – benar keracunan pikirku. apalagi katanya grup musik tersebut sangat sering mengisi acara – acara musik di TV swasta. Seperti Inbox, Dahsyat dan yang lainnya.

Saya pun jadi penasaran juga . Saat cek di Youtube, liat videonya saya seperti merasakan deja vu. karena saya seakan – akan melihat sekumpulan cewek Korea yang pinter nyanyi dalam bahasa Indonesia. karena sebelumnya saya pernah melihat video klip model begini. Tapi liriknya, ” Nobody nobody but you “.

Tapi bagaimanapun penampilan enerjik mereka boleh juga. Walau biasa saja dari segi suara. Iseng saya ingin tahu siapa mereka dan tentu saja yang mulia Google tempat saya bertanya.

Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah bagian dari “korban” wabah K-Pop yang melanda negeri ini. Dan berhasil meracuni begitu banyak orang , terutama kalangan muda. Grup musik 7Icons sudah terbentuk cukup lama. dan soal ini bisa disebut pioneer-nya adalah Smash. Smash sendiri bisa dibilang sudah cukup sukses dan punya nama.

Popularitas Smash lah yang kemudian memicu munculnya boyband – boyband serupa. Baik grup laki – laki maupun perempuan. atau kita sebut saja Girl band. salah satunya tentu saja 7icons yang berhasil meracuni sepupuku itu. 7icons pun diyakini meniru girlband Korea semacam wonder girls, GIrLs generation atau yang lainnya.

Ada beberapa suara sumbang yang mencibir fenomena ini sebagai tukang contek. Tapi mereka berkilah sekedar terinspirasi. Lucunya mereka terlalu terinspirasi sehingga musik, busana, gaya sampai penampilan panggungpun di angkut semua.

Kata Bens Leo, seorang pengamat musik terkenal yang saya kutip dari sebuah laman internet,” Boyband dan girlsband yang hadir di indonesia pada era sekarang ini meniru Boyband dan girlband korea. Itu bisa dilihat dari jumlah personalnya yang banyak. Dulu Boyband itu anggotanya sedikit.Paling banyak lima orang. Tetapi sekarang jumlahnya besar.Dan harus di akui itu meniru Korea.

Kalau mau jujur. Dari fenomena yang mungkin sudah cukup lama ini, hanya saya yang telat. Kita melihat bukti betapa bangsa ini seperti tak punya jati diri. Mudah sekali diracuni budaya – budaya asing. Dan akhirnya suka sekali meniru , untuk popularitas semu. Kenapa semu ? Karena kita tinggal tunggu racun berikutnya dan mereka akan terlupakan. Dan fenomena ini juga menelanjangi isi kepala kita yang lemah kreativitas dan orisinalitas. Lalu diperparah genre musik pop melayu yang membuat dunia musik kita hampir tanpa pilihan di layar kaca. Karena semua grup band baru yang diorbitkan berasal dari genre seperti ini. Akhirnya lama – lama penonton bosan juga.

Jadinya, ketidak berkembangan itu membuat anak muda kita mencari pilihan di luar sana. Dan itu yang seperti ini , sudah terjadi sejak jaman dulu.

Saya masih ingat, betapa silih bergantinya hiburan dari budaya asing berhasil membius kita. dari jaman nya telenovela. Begitu derasnya muncul setiap hari muncul di layar kaca. Sehingga saat itu membuat para ibu rumah tangga jadi pada mengaku kerja di PERUMTEL, bila ditanya aktivitasnya apa. Maksudnya PEnunggu RUMah dan TELenovela.

Terus India dengan segudang film dan artis – artisnya. Hingga kini pun wabahnya masih ada. Sampai – sampai Norman Kamaru memilih banting setir. Padahal untuk bisa bergabung jadi Brimob itu tidak mudah.

Ada juga racun Jepang dengan Tokyo love story-nya yang bikin para mellowers menitik kan air mata. Juga ada J-Pop dan J- Rock yang mengangkat nama salah satu Band di negeri ini yang bernama sama. Jangan pula lupakan tren fashion Harajuku. Belum lagi manga dan animasi-nya. Yang berhasil menjadi hidangan wajib untuk anak – anak Indonesia.Ini saya pun teracuni juga melalui Naruto. satu – satunya yang bisa menyeruak di antara lautan animasi jepang, justru dari negeri tetangga. Siapa lagi kalau bukan Upin dan Ipin.

Lalu racun Hongkong yang membius lewat Andy Lau, Jackie chan, Jet Lee, Jimmy lim dan banyak lagi. Yang sempat jadi raja di per-film-an negeri kita. Saya jadi ingat gaya rambut belah tengah khas artis Hongkong.Disini boleh juga di tambahkan Taiwan yang virusnya dibawa oleh F4. Sehingga gaya mereka jadi gaya standar anak muda saat itu. walau genre ini datang agak belakangan.

Kemudian tak usah lah kita bicara racun Hollywood. karena ini menu wajib orang Indonesia sepanjang masa. Sehingga saat di cekal beberapa waktu lalu. Yang paling heboh bukan orang – orang Hollywood, tapi orang – orang kita sendiri. Jadi bisa dibilang Hollywood bukan racun lagi. Buktinya ? lihatlah Kompasiana di kanal hiburan. selalu saja produk Hollywood yang jadi bintang disana.

Dan sekarang seperti yang kita rasakan. Racun Korea sedang bekerja. Mulai drama , film , musik sampai penggorengan pun ada.Tidak saja anak muda , orang tua pun banyak jadi korban. mereka begitu digandrungi terutama ABG yang tak tahu mau mengidolakan siapa. Akhirnya wajah – wajah tampan dan cantik khas oriental dari Korea yang mengisi ruang kosong di kepala mereka. Mungkin para anak muda kita, berikut yang sudah tidak muda sudah muak melihat artis dalam negeri yang tampang nya kebanyakan hasil kawin silang semua.

Yang pasti ini bukan racun terakhir. Karena mungkin saja Thailand, Philipina dan Vietnam sedang meracik racun yang siap di hidangkan ke rumah kita. Dan saat ini kita tetap tak punya apa – apa. Padahal saya pernah baca. Dulu justru film – film kita yang meracuni mereka. Sopan Shopian, marissa Haque dan Widyawati pernah menjadi artis yang cukup punya nama di skala asia, atau paling tidak asia Tenggara.

Apa hendak dikata, memang seperti inilah Indonesia ? Sungguh ironis, untuk negeri yang katanya multi budaya. Generasi kita lebih memilih menenggak racun budaya asing daripada menggali khazanah budaya kita yang melimpah. Apalagi bila mau mengekspor budaya kita hingga bisa meracuni negara tetangga.

Akhirnya, hanya satu kata, menyedihkan. Bahkan menyiapkan racun untuk diri sendiripun kita sudah tak bisa. Mari mencari mati dengan cara lain saja.

Sekian.

gambar diambil dari gleebo.com

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2011 in Aku Menulis

 

4 responses to “Keracunan Produk Korea

  1. freedom

    Oktober 2, 2011 at 4:34 am

    ah kata saya mah kalau apresiasinya wajar2 saja ya bukan racun, saya pribadi ga terlalu suka atau menggilai produk jepang atau korea, ya sewajarnya saja 😀 , budaya dan potensi yang dimiliki Indonesia memang kaya dan beragam tapi hanya sebatas “omongan doang” liat saja yg diekspos dan laku cuma produk murahan kayak sinetron malah film layar lebar dan industri musik major pun sekarang kebanyakan hanya di isi sampah…mungkin orang2 seperti anda dan yg punya pemikiran sama harus bersabar dan gigih untuk bergerilya buat memunculkan budaya kita yang kaya dan beragam itu. salam blogger 🙂

     
    • abieomar

      Oktober 3, 2011 at 5:07 am

      Thank’s atas komennya.
      Racun disini tak saya artikan negatif loh !
      Saya hanya menyayangkan miskinnya kreatifitas seniman kita. dibanding melahirkan ide baru, mereka lebih memilih cara instan dengan menjiplak seniman luar, heheheheh

      :D:D:D

       
  2. freedom

    Oktober 7, 2011 at 3:15 am

    wohohoho betul juga tapi banyak juga loh seniman da budayawan kita yg kreatif cuman ya itu karena kurang dukungan jadinya tiarap ga ke ekspos beda lagi kalo sama yg namanya seni modern emang harusnya kita menjiplak dan meniru dulu soalnya itu kan bukan budaya asli kita asalnya aja dari luar 🙂

     
  3. fildza

    Juli 28, 2013 at 9:59 am

    gk mungkinnnnnnnn

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: