RSS

Menikahlah !

11 Mar

Aku selalu bersyukur menjadi laki – laki. Karena bagiku lelaki itu berkaki panjang, bermata terang dan berdada lapang. Tentu saja ini ungkapan yang aku buat sendiri. Berkaki panjang maksudnya lebih bebas melangkah dan bisa kemana – mana tanpa terhalang terlalu banyak batasan. Bermata terang karena lebih banyak yang bisa dilihat, keindahan alam dan tempat – tempat mengasyikkan. Tapi tentu saja kalau mau memanfaatkan kaki yang panjang. Dan dada yang lapang maksudnya lelaki lebih siap dengan segala perubahan, berpikiran terbuka dan tidak terlalu sensitif hingga tidak gampang tersinggung atau sakit hati.

Dalam beberapa hal bagiku menjadi laki – laki itu jauh lebih mudah. Tapi dalam beberapa hal yang lain kadang ada rasa iri pada perempuan.

Hidup adalah tentang menjalani proses yang melewati fase – fase tertentu. Diawali sejak dari janin, terlahir dan ada masa kanak  kanak. Tumbuh menjadi remaja kemudian dewasa lalu menikah dan berumah tangga. Masa – masa membina keluarga , menjadi tua… dan seterusnya… sampai hidup melewati kita lalu maut datang menyapa.

Saat janin laki – laki dan perempuan tak ada bedanya. Sekedar menjalani takdir yang dihidangkan untuk kita. Di masa kanak – kanak sepertinya laki – laki dan perempuan juga tak ada bedanya hidup mereka sama indahnya. Karena siapapun setuju masa kecil adalah masa yang menyenangkan. Karena seluruh kesedihan dan kesusahan kita menjadi beban orang tua.

Lalu masa remaja. Menurutku disinilah masa yang paling menyenangkan menjadi laki – laki. Saat dimana seorang laki – laki harus meledak. Berawal dari mimpi malam yang indah seorang anak resmi menjadi laki – laki. Seperti seekor kuda yang tiba masa untuk keluar kandang dan harus dilepas dari tali kekangnya. Melompat dan mulai berlari dengan bebas kemanapun. Berlari kearah matahari atau justru membelakanginya. Atau berputar – putar liar mengejar atau dikejar bayangan sendiri.

Bagaimana dengan wanita ? Entahlah … Tapi menurutku saat remaja wanita mengalami masa yang berbeda. Saat bulan datang untuk pertama kali seorang anak resmi menjadi perempuan. Tapi sepertinya menjadi perempuan remaja “agak lebih rumit” di banding lelaki remaja. Bila laki – laki saat itu akan dilepaskan tali kekangnya, wanita sepertinya kadang berlaku sebaliknya. Tali kekangnya semakin dijaga. Saat laki – laki mendapat semakin banyak pembolehan untuk wanita semakin banyak larangan. Bila laki – laki harus membiasakan diri keluar kandang agar bisa melawan srigala. Perempuan justru harus membiasakan diri tinngal di kandang agar tak di mangsa srigala.

Tapi semua itu hanyalah apa yang aku pikirkan. Mungkin sekali itu salah. Karena sekarang kan jaman sudah berubah.

Fase berikut setelah remaja adalah dewasa. Dan fase krusial di masa dewasa adalah menikah. Semua orang yang menjalani hidup normal pasti ingin menikah. Bahkan yang kurang normal pun ingin menikah, walau itu sesama jenisnya.

Dan di masa inilah aku kadang merasa, menjadi wanita itu lebih mudah. Aku pikir semua wanita bila telah cukup umurnya akan siap menikah. Sedang belum tentu bagi seorang laki – laki. Karena semua wanita pasti menjadi dewasa. Tapi banyak laki – laki yang terus menjadi “anak – anak” seumur hidupnya. Aku jadi ingat perkataan seorang bijak bahwa di umur yang cukup semua perempuan itu siap dan pantas untuk menikah tapi tidak semua laki – laki itu siap dan pantas menikah.

Buktinya ? Hampir seratus persen perempuan akan menerima bila diajak menikah oleh orang yang dicintainya. Tapi kebanyakan laki – laki akan kebingungan bila mendapat ajakan yang sama dari pasangannya. Yah …. Memang karena perempuan selalu siap, sedang lelaki tidak.

Inilah yang mebuatku merasa menjadi perempuan itu lebih mudah untuk urusan menikah. Bila ada perempuan yang sulit menikah biasanya karena dia sendiri yang mempersulitnya. Mempersulit disini bukan berarti menolak semua lamaran yang datang. Tapi banyak hal – hal lain. Termasuk faktor diluar si perempuan. Seperti faktor budaya atau keluarga yang terlalu ikut campur dan lain sebagainya.

Tapi itu juga hal yang wajar. Walau bila ingin menikah mereka lebih mudah. Namun tetap harus menemukan laki – laki yang tepat. Karena kenyataannya, seorang laki – laki akan lebih mudah melepaskan diri bila merasa mendapat pasangan yang salah di banding perempuan. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan “ pernikahan ibarat perjudian , dimana laki – laki mempertaruhkan kebebasannya sedang wanita mempertaruhkan kebahagiaanya”. Tidak seimbang bukan ?

Tapi diatas apapun. Perempuan lebih butuh untuk segera menikah dibanding laki – laki . Karena itulah Tuhan mempermudah untuk mereka. Tidak bijak bila ia atau orang disekelilingnya membuat hal jadi sulit. Apalagi memperlakukannya seperti benda yang terlalu berharga untuk digapai bahkan dalam mimpi sekalipun. Lagipula yang perlu dicari adalah pasangan yang tepat walau dengan segala kekurangannya bukan pasangan yang sempurna.

Memang Wanita adalah bunga. Seperti itulah ungkapan yang telah ada sejak dulu kala. Ia menggambarkan kecantikan, keindahan dan keanggunan. Menjadi alasan untuk hasrat ingin memiliki bagi para lelaki, menjadi keinginan yang diimpikan atau menjadi mimpi yang diinginkan. Dan mungkin juga menjadi sumber inspirasi.

Tapi hidup itu tak lama utamanya bagi seorang wanita,. Ia memang adalah bunga yang mekar dengan segala keindahannya. Tapi ia tak mekar selamanya. Ia harus dipetik agar ia berharga. Karena akan ada yang menyimpan , merawat dan menjaganya. Bila terlalu lama bergantung didahan. Ada saat ia akan kehilangan pegangan. Menjadi layu dan jatuh ke tanah. Tak ada lagi yang menginginkannya. Jadi makanan serangga, atau terinjak oleh orang yang melewatinya. Lalu terurai menjadi tanah.

Karena itu  bila ada jalan,.. Menikahlah !

Lalu bagaimana dengan laki – laki . Bila laki – laki adalah kumbang. Maka kumbang akan tetap menjadi kumbang seumur hidupnya. Sampai ia memperoleh bunga yang bisa didapatkannya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2012 in Opini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: