RSS

Road To Celebes

26 Mar

Bulan ini sungguh luar biasa. Hal yang direncanakan cukup lama akhirnya terealisasi. Touring di pulau Sulawesi. Tapi kami hanya punya waktu seminggu. Karena harus menyesuaikan jadwal cuti teman – teman. Maka rute paling realistis untuk waktu sesempit itu adalah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan melewati jalur pesisir.

Sebenarnya tulisan ini agak terlambat. Padahal sebelumnya aku berencana membuat catatan  yang akan aku posting setiap hari. Tapi karena aku terlalu menikmati perjalanan dan berusaha memanfaatkan waktu yang sempit secara maksimal, akhirnya niat itu gak kesampaian. Lagipula keterbatasan akses komunikasi khususnya internet membuat niat itu jadi lebih sulit. Lalu daripada tidak samasekali akhirnya aku buatlah rangkuman catatan ini.

DAY ONE ( 14 maret 2012)

Perjalanan dimulai dari tempat kami Muara Badak (Sebuah daerah ± 60 KM dari Samarinda, Kaltim). Kami berangkat berlima menggunakan tiga sepeda motor. Start pukul 09.00 pagi menuju Balikpapan yang dari tempatku jaraknya ± 180 KM. Waktu tempuh yang dibutuhkan berkisar 3 – 4 jam. Tapi karena kami berangkat rombongan dan kerap harus saling menunggu dan mengatur kecepatan, kami tiba disana pukul 01.30.

Setelah singgah membeli beberapa perlengkapan kecil. Kami menuju pelabuhan Ferry Balikpapan – mamuju yang kondisinya sangat padat.Karena pelabuhannya sangat sempit dan harus berbagi tempat dengan penampungan material kerikil untuk bahan bangunan. Jadi di banding pelabuhan tempat ini lebih mirip lokasi proyek. Sungguh memprihatinkan.

Ternyata kapal belum datang. Dari keterangan orang disana, kapal datang jam 03.00. Kami lalu menuju ke tempat polisi pelabuhan untuk menunjukkan surat jalan yang telah kami buat beberapa hari sebelumnya. Disana surat kami di beri stempel dan dimintai uang Rp 20.000. Kenapa saya bilang “”dimintai” ? Karena yakin 100% itu pungutan liar. Bahkan saat mengurus surat jalan di Polres Samarinda beberapa hari sebelumnya kami juga mengalami hal yang sama. Disini dimintai Rp 50.000 . Membayar 50.000 untuk selembar kertas yang disebut “surat jalan”aku pikir terlalu mahal. Tapi karena Polisi selalu benar , aku malas mendebatnya. Ironis dengan tulisan besar yang terpampang disana bahwa “ Polisi pelayan masyarakat”. Dari celetukan temen semboyan itu harusnya berbunyi “ Polisi pelayan masyarakat, kalau ada duit”.Lalu apa alasan itu aku anggap pungli ? Karena kami tidak diberi bukti pembayaran atau semacam tanda terima. Sehingga kami bisa tahu itu pungutan resmi. Yang ada Cuma kata – kata “ satu lembarnya 50.000 dik”.

Kembali ke pelabuhan. Karena kapal belum datang . Dan andaipun telah datang juga harus melewati proses bongkar muat yang cukup lama. Kami akhirnya mencari mesjid terdekat untuk shalat dan beristirahat sejenak.

Balik ke pelabuhan jam 5 . Ternyata kapal sudah datang. Kami lalu ke loket untuk membeli tiket. Karena kami membawa kendaraan kami di minta ke ruang sebelah untuk menunjukkan surat jalan ke dinas perhubungan. Dan bisa di tebak, pungutan liar lagi. Disini kami dimintai 25.000 untuk selembar kertas. Lalu saya iseng berkata, Kok bayar terus sih ! Ini uang apalagi pak ? Dan si bapak langsung emosi. Intinya ia berkata ini uang “jasa pelabuhan”. Aku bingung juga ini jasa apaan. Lalu aku bilang lebih lanjut,” ya udah pak aku mau bayar berapapun, yang penting ada tanda terima. Atau semacamnya yang disitu ada tertera nominal yang harus aku bayar . Dia makin gondok dan entah ngomong apa aja. Ya udah karena gak mau jadi panjang. Aku bayar aja. Sebenarnya bukan masalah bayarnya yang aku berat kan. Tapi aparat – aparat kayak gini udah di bayar sama perintah yang notabene pakai uang rakyat. Masih juga nyari uang haram dengan memeras rakyat. Semoga hal ini dapat mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Kalau memang benar harus membayar , buatlah jadi jelas dengan mencantumkan nominal diatas kertas – kertas itu. Apa susahnya sih !

Setelah itu kami membeli tiket. Harga tiket pun berbeda dari yang dibayar dan yang tertera di lembaran tiketnya. Disitu tertulis 288.000 , sementara yang harus dibayar 326.000. Dan juga berbeda yang tertera di website ASDP yang tertera 304.000. Bener – bener tak professional pikirku. Dan tetap kami harus membayar harga termahal. Tapi tak apalah , hal terpenting yang ada dipikiran kami adalah pulau Sulawesi. Anggap aja itulah takdir buruk jadi orang Indonesia.

Setelah proses bongkar muat yang cukup lama. Kendaraan kami baru bisa masuk ke kapal ferry ± jam 06.30. Kapal berangkat jam 07.30. Dan petualangan pun dimulai.

Diatas kapal Ferry  Balikpapan – mamuju ini, merupakan episode paling mendebarkankan disepanjang perjalan yang aku lewati. Ferry ini bukan kapal besar tapi laut yang harus dilintasi berada pada kondisi terburuknya. Bahkan kami lah ferry terakhir yang berani tetap berlayar. Ombak luar biasa besar , sejak memasuki laut lepas kapal tidak pernah bisa berjalan tenang. Mesin kapal pun hampir – hampir tak pernah dalam kondisi di gas.  Barang – barang dalam kapal pun ikut terhempas . Bahkan ada salah satu mobil truk besar dalam kapal terlepas ikatannya. Malam itu suasana horror cukup terasa. Bahkan salah seorang teman kami yang baru pertama kali naik kapal langsung trauma.

On The Boat

Dari salah seorang penumpang kami sempat bercerita mengatakan “ saya sudah sepuluh tahun bolak – balik Balikpapan – Mamuju, tapi baru kali ini ketemu ombak sebesar ini”. Juga ada seorang ibu yang kurang lebih berkata sama. Karena sudah diatas kapal kami hanya bisa pasrah. Tapi aku sedikit berbangga diantara kami berlima , hanya aku yang tidak mabuk. Keempat temanku KO semua. Ada dua yang “Jackpot” istilah mereka untuk muntah – muntah. Sedang yang dua lagi hampir tak bergerak dari tempat duduknya sepanjang jalan dengan tampang menggenaskan.

Sepertinya malam itu menjadi salah satu “malam terpanjang” dalam hidup kami. Karena kondisi gelap , kami hanya bisa melihat hempasan air , bahkan sampai ke tempat teratas kapal. Tapi Segelap, semengerikan dan semenakutkan apapun malam toh akhirnya akan berakhir juga. Dan pagipun akan datang setelahnya.

Ketika cahaya pagi itu datang. Kami masih in the middle of nowhere. Di lautan lepas. Hati pun ikut cerah. Walaupun bukan berarti penderitaan berakhir. Bila malam kami hanya bisa membayangkan ombak seperti apa yang kami lewati. Saat hari terang apa yang kami bayangkan sekarang tertera jelas di depan mata. Lipatan ombak yang tinggi dan dalam menjadi menu mata selanjutnya. Aku tak henti – hentinya berdzikir dan berdoa. Apalagi saat kapal berada disela – sela lipatan ombak, aku bisa melihat puncak ombak hampir setara dengan kapal. Dan saat kapal ada dipuncak ombak, kapal seakan mau jatuh karena oleng. aku tak tahu berapa tinggi ombak , tapi 8 – 10 meter mungkin tercapai.

Dan pikiran agak tenang saat melihat bayangan gunung di kejauhan. Pulau Sulawesi sebelah barat telah terlihat. Tapi masih butuh waktu cukup lama untuk merapat kesana. Ketika semakin dekat . SubhanaLLah,.. kami disuguhi pendangan yang menurutku sangat indah. Inilah Mamuju, ibukota Sulawesi Barat yang ber kontur pegunungan. Satu bukti bahwa kondisi laut yang buruk adalah, kami tak melihat satupun perahu nelayan yang beroperasi. Kami menjadi satu – satu nya benda besar yang terapung dilaut saat itu. Dan waktu tempuh yang normalnya 12 jam kami tempuh hampir 20 jam. Kapal bersandar dipelabuhan jam 4 sore. Bahkan Ferry yang berlayar kearah sebaliknya terlihat sandar disisi lain pelabuhan, tidak berani beroperasi. Padahal seharusnya hari itu dia ada di Balikpapan.

Samar - Samar terlihat bayangan gunung di kejauhan

Kamis sore itu dalam kondisi hujan kami menjejakkan kaki pertama kali di pulau Sulawesi. Tepatnya Mamuju ibukota Sulawesi Barat. Salah satu hal yang cukup menarik untuk diceritakan adalah, saat dikapal kami bertemu seorang dari NTT yang berada dalam perjalanan panjang mengelilingi Indonesia. Saat bertemu kami dia telah melewati 23 provinsi dengan lama waktu hampir 6 bulan. Luar biasa. Dan saat mendarat di Mamuju sore itu kami menyempatkan diri foto bareng.

Si pengeliling Indonesia berdiri paling sebelah kiri kami.

Si pengeliling Indonesia berdiri paling sebelah kiri kami.

Disini tempat paling barat di pulau Sulawesi. Dan salah satu tempat paling menantang untuk dilewati menjadi titik awal rute kami.

Perjalanan panjang menyusuri dua propinsi di Pulau Sulawesi pun di mulai…… !!!

Bersambung .

Iklan
 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2012 in Aku Menulis, Catatan Harian

 

9 responses to “Road To Celebes

  1. aisajm

    Maret 26, 2012 at 5:41 am

    keren mas pemandangannya…

     
    • abieomar

      Maret 26, 2012 at 5:50 am

      Yang ini sih belum seberapa . Ntar dah saia share semua tempat – tempat yang udah saia datengi. Walaupun gak terlalu banyak tempat, karena waktu yang mepet.

      But , thank’s dah mampir dan menyempatkan komen 🙂

       
  2. Mugniar

    Maret 26, 2012 at 7:01 am

    Di mana2 ada pungli ya 🙂
    Tulisan berikutnya berarti bisa diikutkan lomba pariwisata nih 🙂

     
    • abieomar

      Maret 27, 2012 at 4:13 am

      Yap , beginilah nasib jadi orang Indonesia. Aparatnya kebanyakan yang payaahhhhhh,…
      heheheeheheheh

      Untuk lomba ??? Hmmmm,… boleh juga tuh !

       
  3. jjangnisa

    Maret 26, 2012 at 7:20 am

    another blog of traveling…

    sayang banget ya potensi keindahan alam Indonesia harus dinodai sama pungli
    dan ketidakprofesionalan aparat. hiks..

    meding fasilitas yang diberikan adalah fasilitas terbaik..ini!??

    btw, ,makin menarik kalo gambarnya diperbanyak mas. 😀

     
    • unni

      Maret 26, 2012 at 7:44 am

      waaahh, save page dulu ah, trus baca di rumah,,, 😀 nice post…

       
    • abieomar

      Maret 27, 2012 at 4:19 am

      Yap . Indonesia nih negeri seribu calo , heheheheh
      Bahkan ada tempat yang fasilitasnya harusnya gratis, eh diisi ma orang gak jelas trus makenya disuruh bayar lagi. ckckckcck
      Trus yg berwenang pura2 gaakk teeuuuuu ,……

      Soal gambar , sebenernya banyak . Cuma kebanyakan isinya narsis mode . jadi malu masukinnya , heheeheh

      @ Unni : Occeee dehhhh ,…..

       
  4. tuaffi

    Maret 26, 2012 at 9:56 am

    wew,.. pengen juga touring kesana.

    salam kenal.. 😀

     
    • abieomar

      Maret 27, 2012 at 4:23 am

      Kalo gitu ,.. cepet dah ngumpulin temen – temen nya , heheheeheh

      Salam kenal balik.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: