RSS

Road To Celebes : Go To Makassar

05 Apr

Day Four (17 Maret 2012)

Akhirnya kami akan sampai pada tujuan utama dari perjalanan yang cukup panjang namun singkat ini. Yah,.. Kami akan ke Makassar yang sekaligus menjadi Rute akhir kami. Kenapa Makassar ? karena kalau ke Sulawesi selatan tidak ke makassar , apa kata dunia ? Makassar adalah trade mark dari Provinsi ini. Dan menjadi pusat atau mungkin jantung yang membuat denyut nadi provinsi ini berdenyut.

Saya beserta rombongan meninggalkan Pare – pare pada pukul dua siang. Jarak Pare – Pare menuju Makassar lumayan jauh. Sekira 200 KM , dan akan melewati beberapa kabupaten, diantaranya Barru, Pangkep dan Maros. Tapi istirahat yang cukup dan antusiasme yang tinggi membuat kami sangat bersemangat. Apalagi kesan terdalam biasanya ada di pengalaman pertama.

Cuaca cerah dan kondisi jalan yang bagus membuat perjalanan sangat lancar. Walau di beberapa tempat ada perbaikan tapi secara umum tidak mengganggu. Tempat pengisian bahan bakar atau SPBU juga ada disepanjang jalan. Jarak antara Pare – pare Makassar tidak terlalu jauh. Tidak sampai satu jam kami telah memasuki kabupaten tersebut. Tak banyak berbeda dengan kota  – kota lain yang saya lewati. Yang menarik saat kami melewati kota itu. Kami sempat melihat sekelompok mahasiswa yang melakukan demo. Saya tak tahu apa yang mereka sampaikan. Sepertinya soal BBM.Memang saat itu isu kenaikan BBM mulai berhembus. Tapi tentu saja kami tak tertarik.

Dan kota Barru kami sedikit dapat masalah. Karena berbelok kiri tanpa memperhatikan isyarat lampu. Karena kami pikir lampu merah hanya untuk yang mengambil arah lurus. Dan sialnya kami kepergok polisi. Saya bisa mendengar suara peluitnya yang meminta kami berhenti. Tapi kami justru memutar gas lebih kencang. Saya tak tahu apa kami dikejar, yang pasti setelah melaju cukup lama. Kelihatan aman saja.

Selepas Barru kami memasuki Kabupaten Pangkep. Perjalanan melewati Kabupaten ini terasa sangat panjang. Sepertinya lebih dari separuh jarak yang kami tempuh melewati kabupaten ini. Tapi hal yang membuat saya merasa salut adalah semua jalan yang kami lewati menggunakan dua jalur. Walau bila ada perbaikan jalur akan disatukan. Jalan pun relatif mendatar hampir tanpa tanjakan dan turunan. Satu hal yang menarik perhatian saya disini adalah deretan penjual buah markisa dan deretan penjual ikan bakar yang saya lihat dibeberapa tempat.

Kami memasuki pusat kota kabupaten Pangkep sekira jam tiga sore. Kota ini jauh lebih ramai dari kota Barru. Mungkin karena jaraknya yang lebih dekat dengan makassar. Atau juga mungkin karena kabupatennya yang lebih luas, sehingga pendapatan daerahnya lebih besar. Sehingga APBD sebagai modal pembangunan juga tinggi.

Memasuki kota perjalanan kami cukup terhambat. Satu hal yang agak ironis. Bila diluar kota hampir semua jalan bagus. Di pusat kota justru jalanannya cukup buruk. Dan beberapa tempat cukup sempit. Padahal kondisi lalu lintas dalam kota lebih ramai dan padat. Kondisi ini di perparah oleh keramaian kampanye pemilukada di jalan yang saya lewati. Waktu kami banyak terbuang di kota ini. Karena kami berjalan nyaris merayap.

Selepas Pangkep kami menuju di Maros. Jaraknya tidak terlalu saya pikir. Setiba di Maros sebenarnya bisa dibilang kami telah sampai Makassar. Karena kedua kota ini rasanya seperti bersambung saja. Mungkin Maros “jadi korban” perluasan kota Makassar. Karena kami sampai di kota ini sudah cukup senja. Rencana kami untuk singgah dulu di Batimurung di batalkan. Dan direncanakan ulang untuk singgah saat pulang dari Makassar. Lagipula saat itu kami belum tahu jalan menuju kesana.

Di Maros paman teman kami telah menunggu. Karena di rumahnya lah rencananya kami menginap selama tinggal di Makassar. Kami sampai dirumah beliau sekira jam enam sore. Beristirahat sejenak dan membersihkan diri.

Malam harinya dengan menggunakan mobil kami diajak oleh si paman menikmati kota Makassar di malam hari. Singgah sebentar Menikmati seafood di rumah makan tepi laut yang ada live musiknya. Lalu setelah itu kami menuju Pantai Losari. Karena malam itu malam minggu suasana cukup ramai . Padahal kami datang kesana hampir jam sepuluh.

Dan pada hari itu juga saya tergerak untuk menghubungi Bloofers makassar melalui Fanpage Facebook Bloofers. Dan hebatnya saya mendapat respon yang cukup positif. Akhirnya kami merencanakan akan melakukan kopdar di keesokan harinya . Tepatnya hari minggu.

Malam yang cukup melelahkan. Setelah perjalanan yang cukup jauh, lalu malamnya masih digunakan untuk jalan – jalan. Tak ada yang lebih saya butuhkan saat itu selain beristirahat. Apalagi esok hari saya bersama teman – teman sepertinya akan punya hari yang padat.

Bagaimana serunya Kopdar bersama teman – teman Bloofers makassar ? Karena artikel ini sudah terlalu panjang maka akan saya tulis lengkap di artikel selanjutnya.

Bersambung !

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2012 in Aku Menulis, Catatan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: