RSS

Arsip Kategori: Berita

R.A Kartini Dan Islam


R.A Kartini adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang paling terkenal. Karena beliau satu dari sedikit wanita yang turut serta terlibat dalam sejarah perjuangan bangsa. walau dalam bidang yang berbeda. Bulan ini adalah bulan kelahiran beliau. Tanggal 21 menjadi hari lahir sekaligus libur nasional untuk mengenang jasa – jasa beliau.

Ada satu hal menarik yang ingin saya share . Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi dan menjadi rujukan bagi kaum Feminis untuk menuntut persamaan hak dalam segala bidang dengan kaum laki – laki. Yang kadang di istilahkan dengan “kesetaraan gender”. Apakah salah ? Tentu saja tidak.

Dalam Islam, di hadapan tuhan sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki – laki dan perempuan. Walaupun tidak juga bisa disamakan secara “apple to apple”. Karena secara fitrah laki – laki memang tidak sama dengan perempuan. Mulai faktor biologis sampai psikologis mereka jelas berbeda. Hingga kadang apa yang dituntut oleh kaum feminis kadang terasa berlebihan

Hingga sepak terjang kaum feminis kadang terasa bertentangan dengan nilai – nilai Islam. Bahkan tak jarang terkesan melecehkan pandangan – pandangan Islam. Diawah ini ada artikel menarik yang sangat sayang untuk tidak di share. Saya kutip dari Republika.co.id . Sebenarnya awalnya blog saya ini hanya akan saya isi dengan tulisan pribadi dan beberapa tulisan teman. Tapi artikel ini terlalu bagus untuk tidak di bagi. selengkapnya dibawah ini :

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Teguh Setiawan/Wartawan Senior Republika

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.

Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.

Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Namun, Kartini tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.
Redaktur: Heri Ruslan

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2012 in Berita

 

Mengapa Michael Jackson Harus di bunuh ?

Gambar Diambil dari cristinac75.deviantart.com

Gambar Diambil dari cristinac75.deviantart.com

Kasus kematian Michael Jackson memasuki babak baru, dengan ditemukannya rekaman – rekaman seputar kematian sang Raja Pop.

Walau Sampai saat ini kematian Michael Jackson (MJ) tetaplah menyimpan misteri.

Tentang penyebabnya. Apakah kematian itu karena bunuh diri, dibunuh atau sebuah “kecekakaan” medis ? Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 9, 2011 in Aku Menulis, Berita

 

Tag: , ,

Ayo Kritik KPK !

Apakah KPK tidak boleh di kritik ? Tentu saja boleh. KPK bukan malaikat. Andaipun KPK itu malaikat, juga tetap boleh di kritik. Karena di negara demokrasi, bahkan Tuhan pun ada yang meng-kritik. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 7, 2011 in Aku Menulis, Berita

 

Tag: , , , ,

Memang Mungkin sebaiknya KPK di bubarkan

Kembali di negeri kita yang sering heboh ini. Menghadirkan drama baru. Tentang sebuah pernyataan kontroversial dari seorang anggota DPR dari PKS bernama Fahri Hamzah yang menginginkan KPK di bubarkan. Lucunya walau ini hanyalah sebuah pernyataan spontan, tapi oleh beberapa fihak dianggap sebagai wacana. Sehingga partainya sibuk membuat klarifikasi. Dan banyak fihak mengambil kesempatan untuk tampil dengan berbagai tujuan. baik politis atau sekedar mencari popularitas. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2011 in Aku Menulis, Berita

 

Ikut Blogshop Bareng Kompas.com

Anda ingin tahu, seperti apa serunya sebuah acara Blogshop itu ? Nah, tulisan ini membahas tentang even yang baru saja berlangsung di Balikpapan tersebut. Tepatnya di Hotel Pacific pada tanggal 24 september kemarin. Yaitu Kompasiana Blogshop yang hadir berkat kerjasama antara Kompas.com dan Telkomsel. Read the rest of this entry »

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada September 26, 2011 in Aku Menulis, Berita

 

Tag: , , , ,

Karena Mudik Itu Penting !

Courtesy of Google

Courtesy of Google


Udah siap Mudik ??? Atau males mudik ??? Tapi lebaran kayaknya gak afdol kalo gak mudik, iya gak ? Apalagi ini cuma momen setahun sekali. Sayangkan kalo gak di manfaatin buat kangen – kangenan sama orang yang dikangenin. Apalagi menempuh perjalanan bagi sebagian orang memiliki kenikmatan tersendiri, so ? Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2011 in Berita

 

Tag: , ,

Jurnalisme Copas

Gambar di unduh dari Google

Gambar di unduh dari Google


Ada hal yang menarik saat saya membaca berita sepakbola pagi ini. Tentang kemenangan Barcelona atas Napoli dengan skor cukup telak. Yaitu reportase dari beberapa media yang tidak sinkron. Ada beberapa portal berita online yang selalu saya buka saat mencari informasi atau sekedar membaca berita. Karena membaca berita secara online lebih mudah karena mobile, praktis dan hemat.
Hal menarik yang saya maksud adalah perbedaan informasi tentang pemain yang mencetak gol pada pertandingan tersebut. Sebagai pembanding saya mengambil gambar dari tiga portal berita online Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 23, 2011 in Berita