RSS

Arsip Tag: gila

Penyakit Gila Nomer 43

Pernah kah kamu merasa tiba  tiba waktu bejalan begitu tidak stabil ? Kadang ia terasa melaju begitu cepat. Lalu saat yang lain, terasa ia merayap terlalu lambat . Akibatnya , itu sungguh – sungguh mengganggu siklus hidupmu. Mengacak – acak alur biologismu. Dan yang paling tidak mengenakkan, terkadang ia mengacau aktivitas keseharianmu.

Kamu masih terjaga disaat biasanya kamu sudah tertidur. Dan masih tertidur disaat seharusnya kamu sudah bangun. Kamu masih merasa segar saat biasanya kamu sudah mengantuk, dan terkantuk – kantuk disaat harusnya masih segar. Semua itu ujung – ujungnya menguras lebih banyak energi dari yang biasanya kamu keluarkan di hari – hari normal. Sementara asupan energi yang masuk ketubuh tidak bertambah, cenderung flat. Bahkan boleh juga malah berkurang. Karena ada hal – hal lain yang jadi prioritas baru.

Apakah semua itu menyiksa ? Tentu saja secara fisik. Tapi lucunya , kamu menikmati keadaan itu. Karena ada sisi lain dari hidupmu, yang merasakan manfaat lebih. Dan manfaat itu berhasil membuat  siksaan – siksaan yang kamu alami tidak membuatmu menderita. Tapi sebaliknya, hidupmu menjadi lebih berwarna.

Pernahkah kamu merasa kewalahan membendung pengaruh dari sisi emosional pada dirimu ? Lalu berimbas pada munculnya sikap – sikap aneh dari dirimu. Munculnya optimisme yang berlebihan, padahal dasarnya kamu orang yang skeptis. Begitu rajin datang kesuatu tempat, padahal biasanya lewat aja malas. Begitu bersemangat melakukan suatu aktivitas, padahal sebelumnya membayangkan terlibat disitu saja gak pernah terlintas dibenakmu.

Kamu  tiba – tiba jadi lebih sensitif. Ge-eran. Dan sisi – sisi romantis dari dirimu berebutan mau melompat keluar. Sehingga ujung – ujungnya perasaan aneh itu membuatmu asing pada dirimu sendiri. Karena sepertinya tubuhmu gila – gilaan mem-produksi dopamin, norepinefrin dan serotonin.

Kamu yang dulunya begitu cuek kini begitu lembut dan penyayang. Termasuk pada hewan. Kini kamu mau mengelus – elus kucing. Padahal sebelumnya kamu hanya akan berurusan dengan mahluk itu kalau ia mencuri ikan. Begitu memperhatikan penampilan padahal sebelumnya mandi aja jarang. Dan mulai peduli pada hal – hal detil padahal sebelumnya gak peduli.

Kamu sering bertingkah yang sebelumnya tingkah seperti itu kamu anggap lebay. Kamu sering merasa galau dan larut dalam perasaan sentimentil yang tak jelas juntrungannya.

Lalu dalam beberapa hal kamu cenderung egois dan selalu ingin memperoleh perhatian lebih. Menjadi lebih agresif seperti singa jantan yang masuk musim kawin.

Pernahkah dalam hidupmu kamu merasa seperti kehilangan kontrol atas pikiranmu. Karena tiba – tiba ada sesuatu yang yang mendominasi 60 sampai 80 persen aktivitas otakmu. Dan kamu menjadi tidak bisa fokus memikirkan hal – hal lain. Karena “sesuatu” itu begitu melekat , hingga pada tingkat paling ekstrim menghasilkan efek –efek visual yang membuatmu senyum sendiri, tertawa sendiri, sangat sering menatap keatas kelangit – langit kamarmu. Efek visual yang dihasilkan otakmu itu muncul di layar notebook-mu.Di layar televisimu. Di spion motormu. Di kulkas, mesin cuci, di tanggalan, cermin kamar, meja tamu. Bahkan saat menutup mata ia muncul di kelopak matamu. Akibatnya kemampuanmu berkonsentrasi turun ke titik terendah. Hingga bila saat itu kamu mengurus SIM , mungkin peluangmu lulus hanya 20 sampai 40 persen. Apalagi bila menggunakan alat simulator SIM yang bermasalah di KPK. Maka sempurnalah kegagalan itu. Bukan karena kualitas layar simulator itu kualitas dipertanyakan. Maklum duitnya dikentit Jenderal.Tapi karena dilayar simulator efek visual yang menguasai otakmu tadi muncul disitu. Akibatnya kamu hanya akan melihat satu warna di lampu traffic light. Yaitu hijau.

Pernahkah dalam hidupmu kamu merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga. Yang membuatmu secara pribadi merasa lebih kuat atau harus kuat. Bahkan tidak menyerah saat dibenturkan dengan dunia dan semua isinya. Kekuatan yang membuatmu menjadi sosok seperti dalam lagu – lagu dangdut.

“ Gunung pun akan kudaki dan lautan akan kusebrangi atau Kuambil bulan kupetik bintang “

Atau boleh juga lirik lagu Yuna yang menjadi jinggel iklan pariwisata Malaysia.

“Bila engkau minta intan permata mungkin ku tak mampu. Tapi sayang kan kucapai bintang dari langit untukmu. Jika engkau minta satu dunia akan aku cuba. Kuhanya mampu jadi milikmu, pastikan kau bahagia”

Semua hiperbola tersebut dalam skala yang masuk akal ingin kamu wujudkan. Kamu siap berjuang dan juga berkorban. Kamu merasa layak melakukannya. Karena sesuatu itu memang benar – benar berharga untuk diperjuangkan. Bahkan kamu siap menukarnya dengan banyak hal yang kamu miliki dalam hidupmu.

Bila semua atau sebagian hal diatas terjadi padamu. Maka tak disangsikan lagi kamu telah terjangkit penyakit gila nomor  43. Kebetulan nomer ini belum masuk dalam index penyakit gilanya Andrea Hirata.

Tapi kalau kamu belum pernah terjangkit penyakit ini. Maka dekat – dekatlah denganku. Aku dengan senang hati akan menularinya padamu. [AbieOmar]

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2012 in Aku Menulis, Fiksi

 

Tag: , ,