RSS

Arsip Bulanan: Agustus 2012

Orang – Orang Paling Goblok Di Dunia

Picture taken from somewhere at Google.com

Beberapa hari yang lalu. Aku hadir dalam sebuah acara buka bersama. Acara itu merupakan kunjungan safari ramadhan yang dihadiri pejabat penting di daerahku. Dan seperti biasa karena pejabat penting datang ke daerah adalah hal yang langka. Maka kesempatan itu digunakan masyarakat untuk melihat langsung sosok pemimpin mereka. Dari sana muncullah berbagai tanggapan dan cerita dari masyarakat tentang sosok pemimpin mereka. Mulai yang biasa, yang lucu sampai yang ter…la…lu..!

Salah satu komentar adalah dari seorang yang kebetulan melihat langsung dari dekat  tentang betapa kurusnya beliau. Yang menarik bagiku adalah tanggapan beberapa orang terhadap komentar itu. Ada yang bilang beban tugas beliau sangat berat sementara pengalaman minim. Maklum terpilih karena mengandalkan popularitas ortu. Ada yang bilang wibawa kurang karena punya dosa nasional dimasa lalu. Ada juga yang bilang beliau masih berkabung karena adiknya baru saja meninggal dunia. Nah yang paling menarik bagiku adalah bagian terakhir bahwa sang adik meninggal karena OD.Walau kabar itu belum tentu benar tentu saja. Tapi untungnya saling komen tersebut terjadi setelah buka puasa. Jadi paling gak puasanya sempat diselamatkan. Karena kebetulan “si beliau” datang ketempat acara tepat saat berbuka tiba.

Saya sempat bingung OD itu apaan ? Tapi kemudian saya tahu bahwa OD itu adalah ketika suatu benda masuk kedalam tubuh secara berlebihan sehingga membuat nyawa melayang. Dan “sesuatu” itu pastilah berbahaya sehingga memiliki efek mematikan. Karena kalau benda itu kacang paling efeknya jerawatan , kalau benda itu telur paling bintilan atau bisulan, kalau benda itu seafood paling gatal – gatal.

Sekali lagi berita itu sangat mungkin tidak benar. Maklumlah ketika orang rame bercerita selalu saja ada orang sok tahu yang ingin jadi pusat perhatian. Lalu mengarang cerita agar terlihat hebat. Atau bisa saja penghasut dan yang semacam itulah. Walau kematian karena OD atau overdosis bukanlah kejadian luar biasa. Sering kita mendengarnya. Bahkan cukup banyak pesohor dunia yang jadi korbannya.

Yang sulit dipahami adalah alasan – alasan mereka melakukan itu. Karena kematian dengan cara itu sama saja dengan bunuh diri. Karena biasanya mereka sendirilah yang memperlakukan diri mereka seperti itu.

Memang saat ini kejadian bunuh diri sudah sangat lumrah. Bahkan tak pandang umur dan kelas sosial. Tua muda, kaya miskin, terkenal atau yang tidak, ada saja yang melakukannya. Kadang mereka melakukannya karena alasan – alasan yang sepele. Terutama dikalangan yang berumur muda. Ada yang karena malu tak naik kelas, tidak dibelikan sepeda atau motor oleh ortu dan yang paling banyak persoalan asmara. Untuk yang tua biasanya karena himpitan ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh, banyak hutang, masalah keluarga dan kadang juga asmara.

Apapun alasannya tetap saja sulit diterima. Karena kalau mereka mau membuka mata dan berfikir maka ada begitu banyak alasan untuk tetap hidup lalu mengapa memilih mati karena satu alasan bodoh. Ada banyak hal – hal sederhana dalam hidup yang indah untuk dijalani. Tapi mereka memilih yang rumit. Mungkin itulah yang disebut gelap mata sehingga tidak bisa melihat dunia dalam pandangan yang lebih luas.

Yang kadang bikin tak habis pikir justru cukup banyak mereka yang memilih mati itu adalah orang yang dari segi apapun terlihat sangat baik. Bila yang bunuh diri adalah orang susah kita mungkin akan sedikit maklum. Dan paling – paling cuma ikut turut prihatin. Tapi kalau yang mati itu orang kaya , terkenal, berwajah cantik atau tampan lalu dari keluarga terhormat. Yang seperti inilah yang bikin kita sakit kepala. Kok bisa !

Dia menyia – nyiakan hidup yang jadi dambaan banyak orang. Begitu sempit kah dunia mereka hingga tak menemukan jalan keluar ? Seandainya sebelum bunuh diri, mereka mengumpulkan uang untuk dipakai pelesir keliling Indonesia. Pasti dunia akan menyenangkan dan penuh gairah. Kalau kurang puas ? ya, keliling Asia. Kurang puas juga ? Mengapa tidak keliling dunia. Tapi entahlah, mungkin saking sempitnya dunia bagi mereka hingga mereka memilih untuk berkeliling akhirat.

Tapi yang goblok adalah mereka yang bunuh diri karena urusan cinta dan asmara. Bagiku cinta itu omong kosong. Karena kitalah yang mengatur cinta. Bukan cinta yang mengatur kita. Hingga saat putus cinta. Kita lah yang harusnya membunuh cinta bukan cinta yang membunuh kita. Tidak masuk akal hanya karena cinta pada satu wanita atau pria kita menutup buku pada yang lain. Padahal ada 7 miliar mahluk seperti itu dimuka bumi.

Dalam hubungan pria wanita cinta sejati itu bullshit. Cinta sejati antara pria wanita baru tercipta ketika terbentuk sebuah keluarga. Dan bisa saja awal mereka membentuk keluarga itu tidak didasari “cinta”. Mungkin mereka menikah karena dijodohkan. Proses dalam menjalani hidup berkeluarga itulah akan terpupuk cinta . Karena disana ada saling belajar, berbagi, saling memahami, saling melindungi, berkorban , bersabar dan bermacam – macam ujian yang dilewati bersama. Disanalah akan muncul cinta sejati bila mereka berhasil melewati semuanya. Kalau kemudian terjadi poligami, mungkin bisa ditanyakan pada Aa Gym. Karena buktinya Teh Ninih balik lagi.

Cinta yang disebut- sebut cinta sejati semodel Romeo – Juliet yang berakhir bunuh diri itu. Bagiku termasuk yang Bullshit. Dan yang mengagungkannya atau menganggap begitu dipastikan mereka orang – orang goblok.Aku berani bertaruh , seandainya Romeo dan juliet jadi menikah. Empat tahun kemudian mereka pasti sudah bercerai. Mengapa ? Tanyakan saja pada Hollywood atau Tom cruise.

Jadi teramat naif orang yang bunuh diri karena masalah asmara. Terlalu banyak cinta di dunia ini hingga tak ada alasan untuk terpaku pada satu cinta. Ada seribu alasan untuk jatuh cinta kepada siapa saja. Bahkan pada orang yang sebelumnya kita tidak memiliki perasaan apa – apa. Bahkan pada orang yang sebelumnya tidak kita sukai. Aku banyak kenal teman yang ngamuk ketika dijodohkan ortunya. Bahkan sampai curhat kiri kanan mau pake bunuh diri. Karena sudah punya pacar. Lalu menangis Bombai atau sekarang Mumbai saat dinikahkan. Setelah itu , seminggu gak ada kabar. Tiga minggu belum ada juga. Lima bulan kemudian udah hamil. Beberapa tahun kemudian anak belepotan.  Lalu iseng nanya “ andai dulu kamu bunuh diri gimana ya ?” Jawabnya sambil senyum – senyum,” ah ! Itukan dulu gak serius.”

Jiah ! Bunuh diri kok gak serius ? Opo tho iki !

Jadi mereka yang pernah berpikir yang tidak – tidak karena urusan asmara. Jangan sampai masuk dalam golongan orang – orang goblok. Karena jatuh cinta (lagi) itu sangat lah mudah.

Mau bukti ? Dekat – dekat lah denganku.[AbieOmar]

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2012 in Aku Menulis, Catatan Harian, Opini

 

Tag: , ,

Penyakit Gila Nomer 43

Pernah kah kamu merasa tiba  tiba waktu bejalan begitu tidak stabil ? Kadang ia terasa melaju begitu cepat. Lalu saat yang lain, terasa ia merayap terlalu lambat . Akibatnya , itu sungguh – sungguh mengganggu siklus hidupmu. Mengacak – acak alur biologismu. Dan yang paling tidak mengenakkan, terkadang ia mengacau aktivitas keseharianmu.

Kamu masih terjaga disaat biasanya kamu sudah tertidur. Dan masih tertidur disaat seharusnya kamu sudah bangun. Kamu masih merasa segar saat biasanya kamu sudah mengantuk, dan terkantuk – kantuk disaat harusnya masih segar. Semua itu ujung – ujungnya menguras lebih banyak energi dari yang biasanya kamu keluarkan di hari – hari normal. Sementara asupan energi yang masuk ketubuh tidak bertambah, cenderung flat. Bahkan boleh juga malah berkurang. Karena ada hal – hal lain yang jadi prioritas baru.

Apakah semua itu menyiksa ? Tentu saja secara fisik. Tapi lucunya , kamu menikmati keadaan itu. Karena ada sisi lain dari hidupmu, yang merasakan manfaat lebih. Dan manfaat itu berhasil membuat  siksaan – siksaan yang kamu alami tidak membuatmu menderita. Tapi sebaliknya, hidupmu menjadi lebih berwarna.

Pernahkah kamu merasa kewalahan membendung pengaruh dari sisi emosional pada dirimu ? Lalu berimbas pada munculnya sikap – sikap aneh dari dirimu. Munculnya optimisme yang berlebihan, padahal dasarnya kamu orang yang skeptis. Begitu rajin datang kesuatu tempat, padahal biasanya lewat aja malas. Begitu bersemangat melakukan suatu aktivitas, padahal sebelumnya membayangkan terlibat disitu saja gak pernah terlintas dibenakmu.

Kamu  tiba – tiba jadi lebih sensitif. Ge-eran. Dan sisi – sisi romantis dari dirimu berebutan mau melompat keluar. Sehingga ujung – ujungnya perasaan aneh itu membuatmu asing pada dirimu sendiri. Karena sepertinya tubuhmu gila – gilaan mem-produksi dopamin, norepinefrin dan serotonin.

Kamu yang dulunya begitu cuek kini begitu lembut dan penyayang. Termasuk pada hewan. Kini kamu mau mengelus – elus kucing. Padahal sebelumnya kamu hanya akan berurusan dengan mahluk itu kalau ia mencuri ikan. Begitu memperhatikan penampilan padahal sebelumnya mandi aja jarang. Dan mulai peduli pada hal – hal detil padahal sebelumnya gak peduli.

Kamu sering bertingkah yang sebelumnya tingkah seperti itu kamu anggap lebay. Kamu sering merasa galau dan larut dalam perasaan sentimentil yang tak jelas juntrungannya.

Lalu dalam beberapa hal kamu cenderung egois dan selalu ingin memperoleh perhatian lebih. Menjadi lebih agresif seperti singa jantan yang masuk musim kawin.

Pernahkah dalam hidupmu kamu merasa seperti kehilangan kontrol atas pikiranmu. Karena tiba – tiba ada sesuatu yang yang mendominasi 60 sampai 80 persen aktivitas otakmu. Dan kamu menjadi tidak bisa fokus memikirkan hal – hal lain. Karena “sesuatu” itu begitu melekat , hingga pada tingkat paling ekstrim menghasilkan efek –efek visual yang membuatmu senyum sendiri, tertawa sendiri, sangat sering menatap keatas kelangit – langit kamarmu. Efek visual yang dihasilkan otakmu itu muncul di layar notebook-mu.Di layar televisimu. Di spion motormu. Di kulkas, mesin cuci, di tanggalan, cermin kamar, meja tamu. Bahkan saat menutup mata ia muncul di kelopak matamu. Akibatnya kemampuanmu berkonsentrasi turun ke titik terendah. Hingga bila saat itu kamu mengurus SIM , mungkin peluangmu lulus hanya 20 sampai 40 persen. Apalagi bila menggunakan alat simulator SIM yang bermasalah di KPK. Maka sempurnalah kegagalan itu. Bukan karena kualitas layar simulator itu kualitas dipertanyakan. Maklum duitnya dikentit Jenderal.Tapi karena dilayar simulator efek visual yang menguasai otakmu tadi muncul disitu. Akibatnya kamu hanya akan melihat satu warna di lampu traffic light. Yaitu hijau.

Pernahkah dalam hidupmu kamu merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga. Yang membuatmu secara pribadi merasa lebih kuat atau harus kuat. Bahkan tidak menyerah saat dibenturkan dengan dunia dan semua isinya. Kekuatan yang membuatmu menjadi sosok seperti dalam lagu – lagu dangdut.

“ Gunung pun akan kudaki dan lautan akan kusebrangi atau Kuambil bulan kupetik bintang “

Atau boleh juga lirik lagu Yuna yang menjadi jinggel iklan pariwisata Malaysia.

“Bila engkau minta intan permata mungkin ku tak mampu. Tapi sayang kan kucapai bintang dari langit untukmu. Jika engkau minta satu dunia akan aku cuba. Kuhanya mampu jadi milikmu, pastikan kau bahagia”

Semua hiperbola tersebut dalam skala yang masuk akal ingin kamu wujudkan. Kamu siap berjuang dan juga berkorban. Kamu merasa layak melakukannya. Karena sesuatu itu memang benar – benar berharga untuk diperjuangkan. Bahkan kamu siap menukarnya dengan banyak hal yang kamu miliki dalam hidupmu.

Bila semua atau sebagian hal diatas terjadi padamu. Maka tak disangsikan lagi kamu telah terjangkit penyakit gila nomor  43. Kebetulan nomer ini belum masuk dalam index penyakit gilanya Andrea Hirata.

Tapi kalau kamu belum pernah terjangkit penyakit ini. Maka dekat – dekatlah denganku. Aku dengan senang hati akan menularinya padamu. [AbieOmar]

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2012 in Aku Menulis, Fiksi

 

Tag: , ,